Dancing in Pajamas.

img_2407
The crowd situation for Bauhaus Pajamas Party last Thursday, November 17 2016, right in the middle in front of the stage.

Bauhaus 1933, bertempat di The East Building, Mega Kuningan, Jakarta Selatan lagi-lagi mengadakan event mingguannya, kali ini event yang diselenggarakan berbeda dengan tema dan konsep di minggu-minggu sebelumnya, Pajamas Party menjadi tema dan konsep unik acara hari Kamis, 17 November 2016 lalu.

Acara dengan tema dan konsep Pajamas sebenarnya sudah lama dan sering digunakan oleh banyak penyelenggara, namun di acara ini ada yang berbeda, segmentasi orang-orang yang datang, bagaimana cara orang-orang yang-menurut-saya sebagai Fashion Enthusiast, kelompok-kelompok elite dan kelas atau level dari yang menengah hingga atas berkumpul dalam acara tersebut, perbedaan dengan Pajamas Party lainnya tidak begitu terlihat secara signifikan, namun di tahun 2016 dengan beragam acara-acara menarik dan glamorous, acara ini merupakan salah satu acara mingguan yang sempat menjadi sorotan di kalangan tertentu. Saya akan membahas mengenai acara ini, dimulai dari crowd yang datang ke acara tersebut.

Sesuai dengan yang saya sebutkan sebelumnya, segmentasi orang-orang yang datang ke acara ini cukup “hype”, orang-orang yang-katanya high-class, settled dengan pekerjaan dan posisi nya turut menjadi ramainya pemandangan saat saya di acara tersebut. Adanya Wulan Guritno, Bunga Citra Lestari, dan Dena Rachman (dengan teman-teman sosial nya) memeriahkan Pajamas Party ini. Namun, kendala dari terselenggaranya acara ini adalah pada tempatnya yang sempit, saya pun merasa nyaman berada di acara tersebut pada waktu itu, tetapi ramai dan padatnya lalu lalang orang-orang yang berjalan mundar-mandir di sana yang disebabkan kadar eksistensi tinggi yang dimiliki oleh beberapa (tidak semua) partisipan yang hadir membuat sulitnya bernafas dan kurang dingin yang saya rasakan. Mungkin, untuk kedepannya terkait crowd bisa lebih diperetat dengan menggunakan akses semacam RSVP atau FDC, sehingga orang-orang yang sudah melakukan reservasi terlebih dulu dapat joget dengan keseruannya. Berikutnya Waitresses pun dapat memberikan service yang cepat dan memuaskan pelanggan atau orang-orang yang hadir. 

Konsep Pajamas Party disertai dengan busa-busa dan redupnya pencahayaan yang memberikan aksentuasi kuat terhadap tema dan konsep acara ini. Salut untuk tim marketing Bauhaus yang kreatif membuat dekorasi nya sehingga lebih terasa ambiance dari Pajamas Party nya ini. Lagu yang dilanturkan pun juga menunjang orang-orang untuk joget hingga larut dengan teman-teman dan “teman” mereka (Hahaha).

Sekarang tentang Fashion atau gaya berpakaian orang-orang yang hadir di acara tersebut. Rata-rata tidak sesuai dengan tema dan konsep Pajamas Party, semua tetap berpakaian normal dengan gaya andalannya masing-masing, hanya KOL (Key Opinion Leaders) dan Hosts dari acara itu yang mengenakan pakaian sesuai dengan tema Pajamas. But aside from those issues, the party was fun and I was just really enjoying it, seeing a lot of people in a Thursday night with happiness regardless of thoughts they have had. Sesuai yang saya utarakan di awal, orang-orang yang datang walaupun-tidak-berkostum-piyama menyelaraskan gaya berpakaiannya dengan segmentasi yang ada, yaitu “Hype-In-Fashion”, kasarnya ya.. “Gaya jaman sekarang banget”, tapi tidak semuanya.. Beberapa ada yang hanya mengenakan kaos dan jeans serta sneakers untuk tetap memberikan aksen gaya masa kini di acara tersebut. Gaya yang aku kenakan saat datang ke acara tersebut seperti:

 

Paduan warna biru muda dengan navy blue untuk celana berbahan, disesuaikan dengan mood dari cuaca di hari itu menjadi asahan cermat saya untuk menghadiri acara tersebut. Simple yet sharp in a look. Hanya mengandalkan monochromatic / silver shoes untuk memberikan aksen millenium pada #Outfit yang saya kenakan. Tanpa menggunakan belt tetap cocok untuk pergi ke acara-acara semacam Pajamas Party ini, lkarena jika mengenakan belt, tampilan akan sedikit terlihat formal dan berkesan serius, jadi saya memutuskan untuk tidak mengenakannya dikarenakan lipatan celana berbahan yang saya lipat disertai dengan kaos-kaki berwarna sesuai dengan tone dari warna baju di #outfit dan #look saya.

That was such a fun night and I felt so happy to meet my friends whom I have never met with before. See you on another event! For more information related to the restaurant.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s