A Competition of Love

1e632e657754eb6ee7248aff8c9dce3b

“Hey, I like you Taurus.. (But, how’s my Aquarius been doing?)” -Libra.

“I got new person, then bye past life… a while.” -Aquarius.

“Yes, I am comfortable with you, please stay.” -Taurus.

“I really like you, really.” -Gemini.

**

Keragaman akan karakteristik dan sifat dari masing-masing zodiak menjadi salah satu faktor penentu apakah seseorang tulus, galau, atau merasa senang dengan apa yang dijalaninya,. Dapat dikatakan bahwa, 70% dari hal tersebut memengaruhi secara general, sisanya yang 30% merupakan kandungan yang meliputi faktor lingkungan dan kadar dewasa nya seseorang. Keadaan seseorang di segala situasi dan kondisi— terutama setelah putus —berhubungan dengan bagaimana implementasi di dunia nyata akan tindakan yang dilakukan setelahnya.

“Ben lo gila sih putus kerna ada orang ketiga gitu, sumpah sakit ah, ga baik-baik dong sekarang hubungannya?” Tanya Chika dengan emosi, “Ya walaupun, ga heran sih, pengalaman lo sebelum yang hubungan terakhir ini sm Ayla, lo juga liar hahahaha”. Lanjut Chika dalam percakapannya dengan Ben, Margie, dan Wulandari di Union Plaza Senayan.

“Ya gak liar juga lah gila, bisa dibilang kan gue ga selingkuh Chik, emang karena hubungan gue lagi renggang dan ga ada kejelasan, gue consider aja putus dan yaudah deh.. ada pula yang bikin gue suka, bukan salah gue dong..” Jawab Ben menyangkal.

“Gatau ah, terserah lo..”

“Hahaha. Soalnya gue suka banget ini sama si Kifani, bener-bener tipe gue banget huhuhu, gue harus gimana dong ya, ini si Ayla pun juga kayaknya udah ada yang baru, gue kepo lewat temen kampus gue yang selalu bareng sama dia.”

Margie dan Wulandari pun sibuk memainkan ponsel nya seraya mendengarkan seribu alasan Ben untuk pembenarannya, sementara Chika melanjutkan percakapan dengan mengganti topik lain di hari Sabtu sore tersebut. Seketika Ben pun mengerenyit gundah dengan kritik yang dilontarkan oleh sahabat-sahabatnya itu, “Apa bener ya karena salah gue? ga juga sih, ya Ayla nya juga yang brengsek.” Pikir Ben dalam hatinya.

Ben tampak tidak memikirkan kesalahannya sama sekali, ia pun selalu hampir tidak lepas dari ponsel nya untuk secara sigap membalas pesan-pesan Kifani di setiap waktu nya sambil bercengkrama dan bersenda gurau dengan ketiga teman dekatnya tersebut, pembahasan akan topik dimulai dari kritik dan pendapat mereka tentang permasalahan cinta dari kisah Ben dan Ayla, masalah perkuliahan mereka, hingga topik bahasan dari masing-masing cerita cinta dengan pasangannya.

“Emang dia zodiaknya apa Ben?” Tanya Wulandari santai.

“Apaan kenapa jadi zodiak deh lo” Saut Margie memotong pembicaraan.

“Hah? Gue belom tau sih, tapi yang jelas lahirnya bulan Mei kalo ga salah inget Lan, jangan bilang kalo lo concern soal zodiak gitu deh?”

“Hahaha, ga percaya 100% banget sih, tapi kadang seru gitu deh kenal orang berdasarkan karakteristik dan sifat nya, yang walaupun kita tau, emang ga semua orang yang berzodiak sama bakalan serupa sifatnya, but at least, they fit it generally.”

Hmmm, lucu sih, kalo Mei berarti zodiaknya Taurus kan yah, sama kaya lo dong Lan, fix berarti gue akan selalu curhat dan nanya sama lo hahahaha” Saut Ben dengan antusias.

“Duh… salah deh gue bilang begini”

“Mampus hahahaha” Sambung Margie di tengah-tengah helaan nafas Wulandari seraya melihat mata Chika dan dirinya.

Ben pun menanggapinya dengan serius, namun tidak putus perhatian dari layar ponsel yang slelua dilihatnya setiap dua menit sekali. Ia pun hanya tertawa setelah mendengar komentar dari ketiga teman-temannya perihal masalah per-zodiakannya dengan Kifani, menyembunyikan rasa bersalah yang disangkal nya selama ini terkait isu putusnya dengan Ayla.

**

Taurus, adalah zodiak paling keras kepala dan tidak mau terlibat dalam kerumitan , apalagi prahara, begitupun dengan Leo yang sangat menjauhkan isu drama di dalam situasi dan kondisi apapun, apalagi jika menyangkut masalah percintaan, baik untuk dirinya maupun kisah kerabatnya, sementara Gemini, akan selalu mengusut masalah yang dimilikinya— atau bahkan masalah orang lain yang ia ingin tahu —sampai tuntas, karena ia adalah salah satu zodiak dengan karakteristik dan sifat yang serupa dengan Libra, sensitif dan drama. 

Permulaan kisah akan penyelusuran cinta Ben yang dikaitkan dengan rasi bintang dimulai dari obrolan santainya dengan Wulandari. Cewek berzodiak Taurus yang sangat kental akan karakteristik dan sifat berdasarkan zodiaknya itu— bisa dibilang —adalah teman baru nya Ben, jika berbicara perihal durasi akan periode pertemanan mereka, terhitung hanya baru satu tahun lamanya mereka menjalin hubungan pertemanan, namun terlihat bak tiga tahun berteman. Dan, seperti itulah jika Libra dan Taurus bertemu, mereka akan saling menghargai hal apapun, terutama hubungan pertemanan, terimplementasi dari proses pertemanan yang dijalin, walaupun baru terhitung sebentar, namun kecocokan mulai terlihat dari bagaimana mereka saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing. 

Taurus adalah salah satu dari 11 zodiak lainnya yang memiliki karakteristik dan sifat unik, selain menjadi zodiak dengan predikat tertinggi perihal kesetiaan dan keras kepala, mereka adalah sosok pribadi yang tepat untuk menjadi tempat curahan hati, sementara Libra, adalah sosok pribadi yang berkarakter lemah dan sensitif, akan selalu mengapresiasi kebaikan melalui tindakannya yang selalu nurut dengan siapapun, in this case, dengan Taurus. Namun, sifat cuek dan “bodo amat” akan hal-hal— yang menurut mereka —tidak penting dapat dengan mudah dihiraukan. Dan, ditutupi dengan keramahan mereka yang bersifat palsu, demi terjalinnya hubungan yang baik dengan siapaun, hanya khusus untuk orang-orang yang tidak begitu berarti bagi mereka, well deep down, Taurus adalah orang-orang yang berkarakter tulus, apalagi soal kasih dan cinta.

Tidak kalah dengan Taurus, Leo yang dominan, terlihat dari penampakan Singa sebagai simbol anjungannya juga memiliki hati yang tulus untuk hal yang berkaitan dengan pertemanan, bahkan percintaan, namun akan selalu dikelilingi dengan gengsi mereka yang di luar batas wajar. Leo yang diam, bukan berarti diam, mereka mengamati dan bertindak dengan empati untuk setiap hal yang menurut mereka berarti, terlihat dari bagaimana Margie menanggapi Ben yang sedang memiliki masalah percintaannya. Berbeda dengan Gemini, karakter nya yang sangat cuek dan acuh membuat relasi akan hubungan pertemanan yang terjalin terlibat akan emosi tanpa perhatian yang tulus, mereka cenederung lebih memikirkan dirinya sendiri dibandingkan orang lain, serupa dengan Libra, that’s why mereka sangat cocok dalam hal pertemanan atau bahkan percintaan. Sifat Gemini yang dominan, akan acuh terhadap masalah yang menurut nya tidak terlalu penting untuk diusut dirinya, apalagi didapat dari orang yang tidak andil banyak di kehidupannya, namun di lain sisi, jika dapat dengan cermat dan pintar merebut dan meluluhkan hati seorang Gemini, maka kekhawatiran akan sifat cuek pun hilang, mereka yang tulus akan setiap lisan yang diucap— bergantung pada mood yang sedang dimilikinya —dapat mempererat hubungan yang terjalin, walau terkadang, karena sifat cueknya yang lebih dari kadar normal, mereka tidak menjadi salah satu kandidat dari sekian banyak nya zodiak yang mendapat predikat sebagai pendengar dan pemberi saran yang baik, untuk orang lain.

**

Keesokan harinya, di siang hari itu, Ben bangun dengan perasaan gembira menyambut kedatangan Kifani ke Jakarta. Dua bulan lamanya mereka menjalin hubungan yang mengarah ke satu titik yang berubah secara signifikan, jika dibandingkan saat pertama kali mereka berkenalan. Perasaan gembira tidak hanya disebabkan oleh Kifani yang segera datang menghampirinya, melainkan karena pernyataan sakral yang dilontarkan oleh Kifani saat mereka bercengkrama melalui facetime seperti biasa.

tumblr_static_tumblr_static_6bforoyhgps0848cko8scgg0w_640

“Ben, lo gimana sih sama gue?” Tanya Kifani gugup seraya fokus pada jawaban yang ditunggunya.

“Hah? Gimana maksunya sih Fan?”

“Iya.. lo gimana ke gue udah selama ini?”

Ben yang tidak cakap dalam mengungkapkan dan mengekspresikan perasaan serta pikirannya, hanya gugup menyeringai tanpa jawaban pasti, “Ya.. gitu Fan” Jawabnya singkat.

“Ya gitu tuh gimana?”

“Gue ga perlu ucap pun kayaknya lo juga udah bisa ngerti dari perialaku gue selama ini ke lo” Jawab Ben dengan malu seraya merasakan gejolak cinta dalam perut dan hatinya. “Sekarang gini deh, lo gimana ke gue?”.

“Lah kok malah balik nanya?”

“Ya kan gue udah secara ga langsung ngutarain perasaan gue gimana ke lo kan hahaha”

“Iya.. gue sayang sama lo” Lontar Kifani dengan jelas dan tegas.

Dan, keadaan pun terasa hangat di malam itu. Ben masih tidak dapat luput dari percakapan semi romantis mereka semalam, sehingga tidak heran jika ia bangun dengan perasaan gembira. Alih-alih menunggu kedatangan Kifani dari Bandung yang sedang dalam perjalanan menuju Jakarta, sontak Ben terkejut dengan pesan yang dikirimkan oleh Margie kepadanya.

“Tuh, lo liat” Dikirimnya pesan melalui BBM oleh Chika dalam grup messanger mereka.

“DEMI APA CHIK?! Yakin kan gue, dia bisa dengan cepet lupain dan ilang rasa sama gue, sampe-sampe dia udah ada yang baru.”

“Ya lo apakabar nyet?!” Saut Margie di dalam grup messanger tersebut dengan kesal. “Lo liat dari mana Chik? Juara lo ya kalo soal kepo, bahkan yang bukan urusan lo aja lo tau kepo hahahaha.”

“Hahaha, gue kepo liat Instagramnya, terus pas di bagian tag people profilenya Ayla, ada yang nge-tag foto romantis gitu, dari cowok namanya Rendi. Kalah sih lo Ben kalo dibandingin secara fisik sama dia, pantes doi gak galau putus sama lo hahahaha” Lantur Chika dengan gurauan agar keadaan tidak terasa mencekam akan berita yang ia temukan.

“Ya, bodo amat deh, gue kan juga udah sama si Taurus HAHA!!” Ben tertawa seraya mengecek sosial medianya, berusaha untuk menemukan bukti otentik keberadaan kisah Ayla dengan jalinan kasih barunya.

Beberapa menit kemudian, Ben dengan gesit mengirimkan pesan yang berhubungan dengan pantauan dan pencarian akan bukti otentiknya tersebut. “SUMPAH BENER DIA SAMPE POST DI PATH NYA!! GILA, MAKSUDNYA MAU PAMER BIAR GUE LIAT?!” Saut Ben dengan penuh amarah dan kepuasan tersendiri akan hal yang ditemuinya.

“Nah kan, terus? lo galau? mau lo apa sih Ben? katanya udah ada yang baru, kenapa lo heboh?” Balas Wulandari dengan santai seraya memojokkan Ben melalui kata-katanya.

Dinamika dalam polemik hubungan percintaan yang terjalin diantara Ben dan Ayla tidak sebatas usainya cerita yang mereka rajut selama hampir 10 bulan tersebut, hingga akhirnya mereka putus, bahkan “kompetisi” untuk menampilkan apa yang mereka “punya” menjadi ajang serius yang dilakukan oleh Ayla. Sementara Ben, tetap berpegang teguh akan prinsip dan komitmennya untuk tidak menyebarluaskan kabar terbaru akan hubungan yang ia jalin saat ini dengan orang lain, selain karena memang ia masih ingin— mungkin —kembali menjalin hubungan dengan Ayla, atau bertahan akan pendiriannya untuk “mencari” sosok lain yang lebih pas.

Sontak Ben langsung menghubungi Ayla melalui SMS. “Selamat yah udah ada yang baru, didoain langgeng :-).” Dikirimnya pesan singkat tersebut tanpa berfikir panjang. Tanpa mengulur waktu beberapa lama, dibalasnya pesan tersebut oleh Ayla secara langsung, tidak seperti biasanya.

“Iya, terima kasih ya Benara :-)” Jawab Ayla dengan serius. Ben pun kesal, sangat kesal dengan keadaan yang menimpanya saat ini, dan memutuskan untuk tidak menghubunginya dan mem-blokir nomor telepon, serta semua akses yang dimilikinya untuk berhubungan dengan Ayla. Hingga beberapa saat kemudian, terdengar ketukan dari balik pintu kamarnya, sontak ia pun berdiri dan bergegas membuka pintu tersebut, alih-alih seraya berjalan menuju pintu, ia pun langsung dengan sigap melupakan kejadian dan rasa gundahnya tersebut, lalu bersikap ceria menyambut kedatangan Kifani.

Dan, masuklah Kifani ke kamar Ben, seraya menutup pintu dan menguncinya, mereka pun berpelukan erat, sangat erat. Beberapa menit kemudian, sesampainya Kifani di tempat tidur Ben sambil meregangkan otot-otot kaki dan pinggangnya, ketukan pun kembali terdengar dari pintu kamar tersebut. Mereka pun bingung dan terdiam sejenak, seraya berfikir siapakah orang lain yang datang menghampiri kamar Ben tanpa ada pesan sebelumnya.

Ben.. Buka dong pintunya, kebelet nih mau numpang pipis.” Teriak Wulandari dari balik pintu kamar kosannya. Ternyata, itu adalah Wulandari yang sedang mampir ke kosan Ben untuk menumpang ke kamar kecil.

Syukurlah, kukira siapa. Pikir Ben. Ia pun bergegas membukakan pintu dan mempersilakan Wulandari untuk masuk dan menggunakan kamar kecilnya untuk buang air kecil, sontak Ben pun memperkenalkan Kifani ke Wulandari. Selang beberapa menit saat Wulandari kembali menghampiri pacarnya, Bibiw, ia pun secara langsung mengirimkan pesan heboh perihal pertemuan dan perkenalan kali pertamanya dengan Kifani ke grup chat-nya dengan Ben, Margie, dan Chika, “Biasa aja ah ternyata Kifani, tapi ya… gabisa komen sih, itu emang tipenya Ben, ya sudahlah, sukses.” Lantur Wulandari ketus.

“Alah emang dianya aja yang brengsek Lan, udah lah kita denger aja nanti dia galau.” Balas Chika geram. Sementara Margie diam seperti biasanya.

Siang pun berganti malam, dan panas bara Matahari pun redam akan dinginnya malam saat itu. Bergegas lah Ben mengajak Kifani pergi keluar untuk mencari makan malam di suatu restoran sederhana berlokasi di dekat kosan nya. Sesampainya di restoran, ia langsung menghampiri meja di sudut pojok tempat tersebut seraya memanggil pelayan untuk memesan dan melihat keadaan sekitar, hingga pandangannya jelas tertuju pada orang yang ia kenal selama 10 bulan lamanya, Ayla. Ia datang dengan sengaja menghampiri Ben, dan tidak sendiri, ia pun ditemani oleh kekasih barunya.

“What a coincidence, I knew you were gonna be here” Saut Ayla dengan nyinyir. Ben, kenalin, ini Rendi.” Lanjut Ayla seraya mengulurkan tangan Rendi ke hadapan Ben seraya melirik ke arah Kifani yang sedang duduk memerhatikan tingkah laku mereka yang kaku.

“Oh.. jadi itu mantan lo, cie…” Saut Kifani sesaat setelah Ayla meninggalkan meja mereka.

**

2674b7db13117da0d7b1bfdf6576805e4631da56_1487326094

Secara umum, kisah percintaan suatu pasangan tidak akan dengan mudah lepas dari drama, terutama untuk kasus Aquarius dan Libra, mereka akan dengan sengit mempertaruhkan harga diri dan gengsinya untuk “bertarung” di dalam perang dinginnya tersebut. Kerap kali dinyatakan sebagai Kompetisi atau Persaingan Antar Mantan. Aquarius, adalah sosok pribadi yang berkarakter kompetitif, mereka sangat gemar akan pertarungan dan menonjolkan kekuatan mereka untuk menang, apalagi dalam hal percintaan dengan mantan. Sifat dasarnya yang “suka pamer”, terlihat jelas dari bagaimana Ayla dengan sengaja mempublikasi informasi yang berkaitan dengan keadaannya saat itu, sementara Libra, adalah sosok pribadi dengan karakteristik dan sifat yang tidak suka dengan konflik, mereka akan dengan sengaja meninggalkan, serta menghiraukan hal-hal yang— menurutnya —berbuah persaingan dan permasalahan.

Cukup terkenal akan karakter dan sifat dasar Aquarius yang acuh serta mudah pindah ke lain hati— jika mereka sudah merasa cukup dengan orang tersebut —namun, hanya bersifat sementara, selebihnya tergantung keadaan pasangan barunya, apakah sesuai dengan ekspektasi si Aquarius atau tidak, apakah tetap membuat nyaman dan cocok dalam hal apapun atau tidak. Jika tidak, akan terdapat dua kemungkinan besar, kembali ke mantan yang ia sudah tetapkan sebagai seseorang yang sangat disayanginya, atau mencari orang baru lainnya. Libra, sosok zodiak yang berkarakter lebih cuek dibandingkan Aquarius, dengan sesaat dan sementara, mereka akan fokus untuk melupakan mantan yang telah putus hubungan dengannya, namun tetap sementara pula. Sifat “nakal” nya yang genit, dapat berakibat buruk, baik untuk hubungan baru yang dijalinnya, atau merambah ke orang lain.

Serupa dengan Aquarius, namun berbeda dari segi gengsi dan harga diri. Libra akan selalu meminta saran dan pendapat ke kerabat-kerabat yang mereka percayai, bahkan akan selalu menceritakan kejadian-kejadian, serta hal-hal yang menyangkut drama cinta dan kisahnya, demikian Margie, Wulandari, dan Chika selaku sahabat dan kerabat dekatnya, turut andil memberikan saran, komentar, dan kritik, serta pendapat baik atau jelek. Berbeda kepala, maka berbeda pula cara mereka berfikir, apalagi karakteristik dan sifat berdasarkan zodiaknya.

Margie yang berzodiak Leo akan selalu berperilaku sebagai pendengar yang baik, namun bergengsi besar untuk menanggapi dan memberikan saran, ia akan cenderung diam seraya memantau dari kejauhan, namun selalu setia terhadap masalah yang dihadapi kerabatnya dengan menemaninya, walaupun menghiraukan drama. Dan, Wulandari dengan kesetiaan dan tulus hati walaupun— terkadang — palsu, berzodiak Taurus, dengan cermat memberikan saran yang baik untuk kerabatnya, perhatian lebih akan selalu diberikan oleh orang yang berarti baginya, terlihat dari bagaimana ia bersikap tehadap Ben. Sementara Chika, pribadi cuek yang berzodiak Gemini, senantiasa mendukung seraya mengkritik Ben yang cenderung brengsek, dalam menjalani hubungannya. Sikapnya yang ekspresif selalu mendorong kerabatnya untuk mengintrospeksi diri— walaupun dirinya tidak terintrospeksi dengan baik —namun, karakter dasar nya yang lugas dan ekspresif, membuat apa yang dilontarkannya terdengar benar, tanpa dibuat-buat.

((STAY TUNED FOR THE NEXT EPISODE!!!))

Courtesy of Picts: Pinterest.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s