Curiga Berujung Lara.

Casts: Libra, Taurus, dan Pisces.

2674b7db13117da0d7b1bfdf6576805e4631da56_1487326094

**

“Aku sidang nih sebentar lagi, mohon doanya ya biar lancar.” Lontar Ben dengan memohon restu kepada Kifani. Beberapa bulan kemudian, hubungan kisah percintaan mereka tetap berlangsung ramah seperti biasanya, namun terlihat ganjil di antara kekerabatan dan frekuensi mereka berkomunikasi, apalagi bertemu. Ben yang duduk di semester akhir akan menghadapi sidang skripsi terakhir sebagai penentu ke-sarjanaannya, begitu pun dengan Kifani yang sedang mempersiapkannya.

“Iya aku doain, kamu pasti bisa kok.” Jawab Kifani dengan senyuman.

“Aku kok ngerasa kamu beda yah mba Kif?”

“Beda gimana? Sama aja kok, mungkin kamunya yang beda kali jadi ngerasa sensitif.” Setelah hampir tujuh bulan merajut kasih dan cinta dalam hubungan jarak jauh nya, Ben dan Kifani masih merasakan kurangnya keterbukaan diantara keduanya. Tidak hanya karena trauma berkepanjangan Kifani yang— mungkin —menjadi alasan utama, tetapi juga karena gengsi yang selalu menyelimutinya.

Kembali nya Ben ke Jakarta, sontak ia pun merefleksikan diri dengan bertemu tkerabat-kerabatnya untuk bercerita dan bertukar pikiran. Saran dan kritik menjadi hasil yang ia tuju untuk didapat dalam pertemuannya di hari Sabtu sore tersebut. Union Plaza Senayan menjadi saksi bisu akan tutur cerita Ben kepada kerabatnya.

“Udah berapa kali gue bilang Ben, kalo jalanin hubungan tuh serius, jangan kaya pelacur yang ga cukup satu” Saut Chika geram setelah mendengar cerita Ben.

“Ya emang pantes sih lo digituin, gue juga kalo jadi Kifani bakalan kaya gitu kok.” Saut Margie melanjutkan pembicaraan. Begitu pun Wulandari yang senantiasa diam namun memerhatikan sahabatnya dari kejauhan.

“Gue ga ngerti lagi sih Ben harus gimana, ya.. gue pun akan sama kaya apa yang Kifani lakuin sih, selain karena emang gue satu zodiak sama dia, gue menempatkan diri gue jadi dia.” Wulandari pun melanturkan kritik nya. Ben terdiam, tergelak akan gelisah dan amarah pada dirinya sendiri akan keadaan yang dialami nya saat itu.

“Gila juga sih Kifani, udah tiga kali lho diselingkuhin kasarnya ya lo selingkuh kan lingkup masalahnya sekarang” Chika pun berkomentar.

“Saran gue sih cuma satu, lo berdoa, terus kasih pengertian dan perhatian lebih ke Kifani, dan janji sama diri lo sendiri untuk komit sama hubungan lo”

Sontak Ben menuruti nasihat dan saran yang diberikan oleh kerabat-kerabatnya tersebut. Percakapan pun berlangsung hingga malam hari, tidak hanya bercengkrama terkait masalah yang Ben alami, tetapi juga kehidupan cinta, hidup, dan perkuliahan mereka.

Keesokan harinya, setelah terbangun dari tidur yang berlangsung lama, Ben bergegas bangun dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi. Kebiasaannya yang gemar mengulur waktu membuat rekan barunya, Nashira, menghampiri kamar Ben. “Ben kamu udah bangun belom sih?” Saut Nashira dari luar kamar kos Ben. Sontak Nashira pun mengetuk kamarnya seraya berteriak memanggil nama Ben yang tak kunjung merespon.

“Iya iya aku denger, ini lagi siap-siap” Bahkan Ia pun tidak sebenarnya bersiap-siap, ia sedang terdiam seraya mengenggam ponsel nya yang sedang berdering. Kifani menghubunginya. Tanpa berfikir panjang, ia pun membukakan pintu kamarnya dan membiarkan Nashira masuk. Perempuan berambut panjang dengan tinggi semampai bak seorang model professional ini beranama lengkap Nashira Rasidi.

Kuning langsat kulitnya meracuni pikiran Ben untuk kembali “bermain api”. Entah mengapa keadaan pun semakin runyam. Selain karena Ben yang masih “bermain-main”, keadaan kabar dari Kifani pun juga tidak terdengar. Menimbulkan asumsi-asumsi negatif muncul dalam benak Ben. Sontak ia pun memutuskan untuk menanyakan kabar Kifani ke kerabat dekatnya, Ica seraya pergi keluar dengan Nashira untuk mencari makan malam.

“Hai Ca, apakabar?” Tanya Ben melalui pesan singkat Line.

“Baik alhamdulillah, kamu teh gimana? Udah jarang ke Bandung yah?” Sontak Ica langsung membalas.

“Terakhir ke Bandung kok, cuma sehari doang dan ga nginep jadi ketemunya gitu aja sama Kifani hehe”

“Oh iyaaa, Kifani cerita sih terakhir kalian ketemuan tapi cuma sebentar”

“Kifani cerita-cerita? Ngomong apa aja dia? Haha” Tanya Ben penasaran seraya mengarahkan pertanyaan ke topik hubungan percintaannya dengan Kifani.

“Ben, Kifani tuh sayang banget tau sama kamu, sumpah, dia pun terakhir ngabarin kalo kamu mau sidang skripsi. Kalian baik-baik aja kan hubungannya?” Ica pun langsung mengutarakan apa yang Ben tunggu-tunggu. Sontak ia pun tergelak haru, terdiam seribu bahasa, keadaan mencekamnya saat itu pun bahkan membuat Nadia bingung dan bertanya-tanya.

Waktu menunjukan pukul delapan malam kala itu, Nashira yang tidak melontarkan pertanyaan apapun seraya sibuk memainkan ponselnya, terkejut dengan berdiri nya Ben dari kursi dan pergi tergesa-gesa dengan pamit yang seadanya. Nashira diam, dan semakin bingung dengan keadaan seraya membiarkan Ben yang pergi meninggalkannya.

Gundah, resah, dan gaduh pikirannya bercampur setelah mendengar perkataan Ica. Ben merasa sangat bersalah dan menyesal dengan apa yang dilakukannya. Pikirannya pun kosong, melayang jauh, dan sendu akan tangis yang menemani malam nya di sepanjang jalan pulang menuju rumah. Hiruk pikuk ramainya jalanan Senopati di malam itu tidak berhasil mengalihkan pikiran Ben yang penat akan rasa salah.

Sesampainya Ben di kamar kos, ia pun mendapat kabar melalui pesan singkat Line dari Kifani. Sontak ia pun tersenyum dan langsung menghubungi nya melalui facetime. Tidak peduli cekaman malam yang dialaminya, ia pun bergumul dengan hangatnya percakapan mereka yang tidak seperti biasanya. Keadaan yang tadinya dingin, sedemikian dibuat hangat oleh perilaku Ben terhadap Kifani. Namun, kenyataan pun berkata lain, Kifani tampak tetap merasakan hal yang bahkan semakin berbeda dari biasanya.

Kenapa kok dia malah diem aja ya? Kenapa ya Kifani kok ga kaya biasanya?

Satu bulan kemudian, Ben pun dinyatakan sebagai Sarjana Komputer. Rasa senang akan kelulusan nya pun tak kunjung membuat hati Ben tenang. Ia masih memikirkan hal yang sama dengan apa yang dialami nya selama akhir-akhir hubungan percintaannya dengan Kifani. Sedih bercampur senang dirasakannya. Kifani pun hanya sempat mengutarakan rasa senang dan bangga akan kelulusan 3.5 tahunnya melalui telepon. Entah memang karena Kifani yang bersikap beda, atau karena Ben yang selalu berprasangka buruk kepadanya. Aura negatif pada diri Ben disertai dengan kadar kecemburuan yang tinggi menyelimuti hari bahagia nya.

Sore hari di tanggal 15 Februari 2014 yang dinobatkan sebagai hari bahagia dan bersejarahnya Ben, diukir dengan polemik berkelanjutan pada dirinya. Ia pun memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Kifani akan keadaan hubungan mereka saat itu.

tumblr_oh4d886pkl1um12aoo1_500

“Mba Kif, kamu kok ga ke Jakarta sih aku lulus sidang skripsi?” Tanya Ben kepadanya melalui pesan singkat.

“Ya kan aku emang gabisa, selamat sekali lagi ya kamu udah lulus”

“Iyaa, makasih yaah. Kamu kenapa sih? Kok beda banget akhir-akhir ini.. masih trauma atau gabisa lepas pikiran karena masalah-masalah kita sebelumnya ya?”

“Gapapa kok, aku ngerasa kaya beda aja keadaan hehe”

“Iya aku pun juga ngerasa gitu Kif”

“Yaudah, nanti aja kita bahasnya ya aku mau pergi dulu” Jawab Kifani menyudahi percakapan mereka. Hingga beberapa jam setelahnya, Ben pun tidak mendapatkan kabar apapun dari Kifani. Sontak ia pun bergegas menghubungi tanpa jeda. Dikirimnya pesan melalui Line, bahkan memberanikan diri untuk terus menerus meneleponnya.

“Aku lagi gym.” Jawab Kifani singkat. Jawabannya pun membuat Ben semakin panas akan keadaan yang menghanyutkan pikiran jernih dandinginnya terhadap Kifani. Sontak ia pun mengutarakan pernyataan yang membuat Kifani terkejut.

“Oh pantes ,Yaudah ok, have fun deh sama prang barunya.” Jawab Ben ketus seraya memberikan syarat kecemburuan berlebih pada Kifani.

“Hah? Terserah lo deh Ben, gue udah capek literally udah capek lo cemburuin terus!”

“Ya bukan cemburu, wajar dong dengan keadaan kita yang lagi kaya gini, aku mikirnya aneh-aneh karena perilaku kamu.”

“Intinya, kamu yang ngerasa insecure, berarti emang kamu yang aneh-aneh, selain emang karena faktor beberapa kejadian kamu selingkuhin aku!” Balas Kifani dengan amarah. Ternyata kegelisahan Ben akan asumsi yang selalu dipikirkannya berbuah hasil melalui pernyataan jelas yang diutarakan Kifani kepadanya.

“Aku capek Ben, ini udah bukan sekali atau dua kali kamu gini dan bahkan cemburuin aku, padahal notabenenya, aku ga pernah lakuin apa-apa, bahkan kamu!!” Lanjut Kifani marah. Sontak Ben pun menelfon Kifani di sela-sela percakapan.

“Aku bukan curiga Kif, aku cuma takut aja, maafin aku yah.. kita balik lagi kaya biasanya ya” Lantur permohonan Ben. Ia pun tidak bisa berkata apa-apa selain meminta maaf.

“GUE TUH UDAH CAPEK TAU GA LO CURIGAIN TERUS!”

“Iya maafin aku Kif..”

“Udah percuma Ben, mungkin sekarang alangkah baiknya kita break dulu untuk beberapa waktu ya”

“Kif, aku gamau… kita baikan dan jadi kaya biasanya yah… aku mohon…” Rayu Ben tanpa henti seraya meneteskan air mata nya perlahan. Ia pun tak mendapatkan jawaban apa-apa kecuali ditutupnya perbincangan mereka melalui telepon.

Sontak Ben bergegas menghubungi kerabat-kerabatnya. “Kayaknya gue putus deh nih sama Kifani… Gue harus gimana ya…”

Apakah ini Karma?

**

Hubungan percintaan yang— harus —dilandas dasarkan akan komitmen yang disertai oleh komunikasi menjadi poin utama keharmonisan suatu jalinan kasih sepasang kekasih. Jika dasar penunjang tersebut sudah diingkari, maka keadaan runyam pun menjadi hasil yang berujung lara akan perpisahan. Taurus, merupakan salah satu zodiak dalam runut rasi bintang yang dinobatkan sebagai zodiak yang sangat setia. Berimplikasi akan pernyataan bahwa Taurus tidak hanya berpegang teguh pada prinsip, tertapi juga komitmen. Sementara Libra, satu-satunya zodiak yang sangat indecisive. Komitmen dan prinsip menjadi faktor penghalang keberadaan akan eksistensi karakter dan sifatnya. Bahkan, mereka cenderung orang-orang yang “nakal” dan keras kepala. Berbeda dengan Taurus yang tulus menyayangi pasangannya, Libra justru malah memanfaatkan situasi dan keadaan tersebut untuk tetap mencari sosok lain. Pada dasarnya Libra adalah zodiak yang setia, namun karakter dan sifatnya yang easy-going menjadikan dirinya lupa akan komitmen yang seharusnya dijalin. Nakal.

Kepiawaiannya dalam memainkan alur jalinan kisah percintaan, disertai dengan perkataan manis dan kenyamanan yang diberikan oleh seorang Libra, dapat menutupi karakter dan sifat buruk yang suka “bermain” dengan suatu hubungan percintaan. Dapat dilihat dari cerita di atas, kesetiaan Taurus tersirat dari keadaan Ben yang lebih dari tiga kali memainkan perasaan Kifani, hingga datang satu momen, yang memantapkan prinsip Kifani, Taurus, untuk menyelesaikan prahara dan drama percintaan diantara keduanya. Satu kali Taurus merasa kecewa, maka janganlah berharap mereka akan kembali ke keadaan semula.

Pisces, adalah salah satu zodiak yang juga memiliki kemiripan karakter dan sifat dengan Libra untuk hal kesetiaannya. Secara dasar mereka setia, namun, godaan akan orang lain tidaklah dapat dikesampingkan oleh mereka. Dianalogikan berdasarkan masing-masing elemen keduanya, Air dan Udara, adalah unsur bebas yang tidak bisa dikekang, dan berkonotasi buruk dalam hal apapun yang berurusan dengan komitmen. Karena pada dasarnya mereka adalah orang-orang dengan unsur bebas yang tidak bisa “dipegang”. Dalam cerita, hubungan “perselingkuhan” Ben dengan Nashira tidaklah berjalan mulus, dikarenakan statisnya hubungan yang mereka jalin, baik dari segi percakapan atau hubungan fisik. It’s like they can’t collide because of their basic traits who like to snuggle and play around, in fact they are in a consolidation for a relationship with someone.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s