A Man With So Many Thoughts: EMPAT.

Ada apa denganku? “Nampaknya kau sedang gelisah. Bukan karena alkohol yang membuatmu mabuk, tetapi karena masalah yang kamu sedang hadapi. Benarkah demikian?” Tanya Pria bertopi dengan tubuh besar tersebut. “Oiya, namauku Syailendra Benara, biasa dipanggil Ben.” Lanjut Pria itu berbicara memperkenalkan dirinya seraya menghampiri wajah Bena yang tertidur di atas meja dengan lipatan kedua tangan … Continue reading A Man With So Many Thoughts: EMPAT.

5 Tips Sukses Berkencan Untuk Pria agar Lanjut ke Tahap Berikutnya

Proses awal saat hendak menjalankan hubungan cinta dengan significant other atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Seseorang Yang Berarti adalah proses pendekatan. Tahap mengenal dan memahami karakter seseorang yang melibatkan penilaian terhadap Bibit, Bebet, dan Bobot. Tahapan ini adalah bagian penting yang-bisa dibilang-menjadi tolak ukur apakah hubungan yang dijalani berjalan mulus ke jenjang yang … Continue reading 5 Tips Sukses Berkencan Untuk Pria agar Lanjut ke Tahap Berikutnya

A Man With So Many Thoughts: TIGA.

Apakah ini yang dinamakan sebagai Pencarian Jati Diri? ** Waktu terus berjalan tanpa henti. Menunda geraknya waktu—bisa dibilang—adalah tindakan mustahil. Sehingga, ragam hal dan keadaan yang terjadi akan selalu muncul layaknya “deadline” suatu media cetak, tepat waktu. Berkaitan dengan sang Waktu, dua tahun sudah kulalui masa sulitku yang diiringi oleh bermacam-macam cerita. Melaju begitu cepat, … Continue reading A Man With So Many Thoughts: TIGA.

DUA.

Baik? Apa itu Baik? Bagiku, dinamika kehidupan atas masalah dan berkah saat aku masih kecil terlihat samar karena tertutup oleh bayang-bayang kebaikan dari orang-orang di sekitar ku. Padahal, aku—terkadang—menyadari bahwa perbuatan yang dilakukan oleh mereka itu keluar dari batas normal. Pikirku gundah dan gelisah. Kehadiran mereka, keluargaku di rumah setiap hari nya terasa semu. Kemandirian … Continue reading DUA.

Pilu-ku Dibuatmu, Pilkada 2017.

Aku, seorang warga Jakarta beragama Islam, bersuku Jawa, Sunda, dan Batak, dengan ragam karakteristik dan sifat yang tidak terlalu paham perihal agama dan politik, tergelak akan  polemik dan drama kehidupan akhir-akhir ini. Berhubungan dengan cerita Pemilihan Kepala Daerah 2017 yang erat kaitannya dengan agama dan keberagaman, melalui artikel ini, aku ingin menyampaikan opini ku melalui … Continue reading Pilu-ku Dibuatmu, Pilkada 2017.

A Man With So Many Thoughts: SATU.

Life? What is life?

Aku, Bena. Terlahir sempurna dan bahagia ke muka bumi dari keluarga kecil dan sederhana. Berisikan hanya Ayah, Ibu, dan aku. Berat dan tinggiku saat lahir layaknya kebanyakan bayi-bayi normal biasanya, tidak kurang dan tidak lebih. Yang membedakannya dengan orang lain hanyalah pikiran dan lingkunganku. Seyogyanya, bayi yang muncul tertiup udara duniawi akan langsung menangis, tetapi aku tidak. Terdiam dan berfikir, layaknya sudah mengerti apa arti kehidupan yang sebenarnya. Hingga keluargaku pun bingung. Bahkan aku terdapatkan sedang mengepalkan tanganku dengan jari telunjuk mengepit kencang diantara jempol dan jari tengahku yang mungil.

Dibesarkan dari keluarga yang memiliki dua kehidupan dan lingkungan yang berbeda. Ayahku dan keluarganya merupakan orang-orang berpendidikan yang 100% memercayai teori. Sementara, keluarga Ibuku adalah orang-orang dengan latar belakang sederhana yang hanya mengandalkan fisik dan hati nurani. Akupun bingung. Sedari kecil sudah dibiasakan dengan dua keadaan berbeda dalam satu lingkup yang bervariasi; kehidupan gemerlap malam, belajar dan mengajar, ibadah untuk berkomunikasi dengan Tuhan, hingga masalah-masalah baik berat maupun ringan.

Continue reading “A Man With So Many Thoughts: SATU.”