Dekat Dengan Zodiak Leo? Begini Caranya!

Suatu hubungan percintaan alangkah baiknya dimulai dari proses pengenalan yang kerap disebut banyak orang sebagai PDKT, singkatan dari Pendekatan. Tidak mungkin suatu hubungan dilakukan tanpa hal tersebut, kecuali tujuan hubungan kedepannya berlandaskan prinsip dari asas tradisi yang konvensional seperti zaman Siti Nurbaya, Perjodohan. Tidak hanya untuk perihal cinta, pekerjaan dan kehidupan pada umumnya pun juga membutuhkan tahap perkenalan tersebut. Tentu kita perlu melakukan “observasi” dan penelusuran terhadap seseorang atau sekelompok orang yang ingin berkenalan dengan kita. Bukan berarti judging, namun menjadi suatu keharusan dalam kehidupan sosial saat ini untuk bisa mengenal orang tersebut lebih baik lagi agar tidak terjadi hal-hal buruk yang akan dialami nantinya.

Begitupun dengan tahap perkenalan atau PDKT yang dilakukan oleh kebanyakan orang saat ini. Terdapat beberapa hal yang menjadi Tolak Ukur analisis, apakah seseorang tersebut layak untuk kita kenal. Berkaitan dengan Tolak Ukur tersebut, standar dan preferensi baik fisik maupun materi menjadi beberapa objek yang akan dinilai dari pribadi seseorang. Kasarnya, Bibit, Bebet, dan Bobot. Ketiga hal tersebut merupakan objek yang secara subjektif dinilai langsung melalui observasi nya di awal perkenalan. Hal tersebut memang seyogyianya dilakukan oleh semua orang, tetapi berbeda-beda cara pandangnya didasarkan oleh zodiak-zodiak dalam rasi perbintangan. Kali ini zodiak Leo memiliki posisi tertinggi yang patut ditelusuri.

Leo

Dan, apa saja hal-hal yang menjadi prioritas penilaian seseorang dalam tahap perkenalan tersebut jika diambil dari perspektif seorang Leo?

Leo adalah satu-satunya zodiak yang—bisa dibilang—memiliki gengsi paling tinggi. Lambangnya mencirikan dirinya sebagai sosok pribadi yang menjunjung tidak hanya gengsi, tetapi juga kekuasaan. Powerful. Apa yang mereka nilai akan selalu menyudut pada Harkat dan Martabat. Mereka menginginkan seseorang yang disukainya untuk memiliki standar di “atas” mereka, atau—paling tidak—setara dengannya.

Selfish? No. Lebih tepatnya mereka menjaga gengsi untuk tidak salah jatuh hati, dan gengsi nya. Pengamatan yang dilakukannya pertama kali akan selalu diacu pada tiga hal yang disebutkan di atas; Bibit, Bebet, dan Bobot. Berhubungan dengan “standar”, atau bahkan strata dalam lingkup sosial. Biasanya, mereka menyesuaikannya dengan apa yang mereka miliki. Apakah mereka dalam strata Bawah, Menengah, atau Atas. Namun, pengamatan yang dilakukan tidak selalu berpacu pada tiga hal tersebut, tergantung dari bagaimana pembawaan seseorang yang ingin dikenalnya. Dan, bagaimana mereka menyukainya.

Bersikaplah Cool dan Elegant. Pengamatannya terhadap strata seseorang dapat samar akan sikap dan karakter tersebut. It’s like they thirst for dignity. Menurut mereka, seseorang harus memiliki dua hal tersebut agar gengsi seorang Leo tetap terjaga di mata publik saat masuk ke tahap yang lebih lanjut.

Jangan terlihat agresif. Sangat erat kaitannya dengan dua sikap tersebut. Pembawaan yang tenang namun tegas, membuat Leo akan sangat tertarik. Berlaku sebaliknya, jika mereka melihat karakter dan sikap cheap terpendam dalam  diri seseorang yang disukainya, mereka cenderung akan memandang sebelah mata. Tetapi, tidak langsung mundur menyudahi tahap perkenalan tersebut. Dengan catatan, bukan karena mereka ingin berusaha mendapatkan hatinya, tetapi untuk “menyimpan” orang tersebut untuk bisa “dimanfaatkan’ kemudian.

Jahat? Mungkin. Mereka sedikit oportunis untuk keperluan dirinya. Pemanfaatan situasi berkaitan dengan list of approachable people yang mereka miliki diemban oleh pikiran mereka dan menjadi karakter inti di setiap pergerakannya. Mereka cenderung mengamati orang yang disukainya dan “menempatkannya” ke “kategori” khusus yang hanya dimengerti oleh para Leo. Manfaat yang dimaksud berkaitan dengan situasi seorang Leo. Apakah untuk keperluan sex, teman menonton, teman berpergian, atau bahkan sebagai pasangan tanpa status yang dibawanya untuk pergi ke suatu acara khusus. Bergantung dari posisi stratanya.

Buatlah mereka penasaran dengan apapun yang kalian miliki. Jangan terlalu cepat untuk mengungkap apapun kepada mereka. Dapat dikatakan, ini merupakan cara terbaik yang patut dilakukan agar Leo tidak dengam mudah menilai kalian dari segi stratanya. Mainkan sistem “Tarik Ulur” yang selalu dilakukan orang-orang urban untuk menarik hati seseorang. Buatlah suatu percakapan elegan dan dinamis. Mereka suka dengan orang-orang yang memiliki wawasan luas, pintar, dan bersemangat. Karakter dan sifat Leo yang simpatis, bahkan empatis dapat mendongkrak gairahnya untuk berusaha mendapatkan hati seseorang yang tulus akan perhatian.

Jangan terlalu cepat membuat asumsi yang berujung ke perilaku posesif. Api yang membara akan senantiasa padam jika seseorang terlalu bersifat “mengikat” Leo. Just set them free. Dan, mereka akan tergila-gila dengan kalian.

Pemikiran dan perspektif mereka yang subjektif—terkadang—membuat lengah semangat seseorang untuk mengenal Leo lebih lanjut, selain karena gengsi dan emosi yang sulit dibendung dari mereka, tetapi juga karena karakter dan sifat oportunis yang dapat menurunkan kadar kepercayaan untuk bisa lanjut menjalankan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Sehingga, pintar-pintarlah mencerna trik dan tips di atas.

Sincere love is the thing, you know that.

Advertisements

Curiga Berujung Lara.

Casts: Libra, Taurus, dan Pisces.

2674b7db13117da0d7b1bfdf6576805e4631da56_1487326094

**

“Aku sidang nih sebentar lagi, mohon doanya ya biar lancar.” Lontar Ben dengan memohon restu kepada Kifani. Beberapa bulan kemudian, hubungan kisah percintaan mereka tetap berlangsung ramah seperti biasanya, namun terlihat ganjil di antara kekerabatan dan frekuensi mereka berkomunikasi, apalagi bertemu. Ben yang duduk di semester akhir akan menghadapi sidang skripsi terakhir sebagai penentu ke-sarjanaannya, begitu pun dengan Kifani yang sedang mempersiapkannya.

“Iya aku doain, kamu pasti bisa kok.” Jawab Kifani dengan senyuman.

“Aku kok ngerasa kamu beda yah mba Kif?”

“Beda gimana? Sama aja kok, mungkin kamunya yang beda kali jadi ngerasa sensitif.” Setelah hampir tujuh bulan merajut kasih dan cinta dalam hubungan jarak jauh nya, Ben dan Kifani masih merasakan kurangnya keterbukaan diantara keduanya. Tidak hanya karena trauma berkepanjangan Kifani yang— mungkin —menjadi alasan utama, tetapi juga karena gengsi yang selalu menyelimutinya.

Kembali nya Ben ke Jakarta, sontak ia pun merefleksikan diri dengan bertemu tkerabat-kerabatnya untuk bercerita dan bertukar pikiran. Saran dan kritik menjadi hasil yang ia tuju untuk didapat dalam pertemuannya di hari Sabtu sore tersebut. Union Plaza Senayan menjadi saksi bisu akan tutur cerita Ben kepada kerabatnya.

“Udah berapa kali gue bilang Ben, kalo jalanin hubungan tuh serius, jangan kaya pelacur yang ga cukup satu” Saut Chika geram setelah mendengar cerita Ben.

“Ya emang pantes sih lo digituin, gue juga kalo jadi Kifani bakalan kaya gitu kok.” Saut Margie melanjutkan pembicaraan. Begitu pun Wulandari yang senantiasa diam namun memerhatikan sahabatnya dari kejauhan.

“Gue ga ngerti lagi sih Ben harus gimana, ya.. gue pun akan sama kaya apa yang Kifani lakuin sih, selain karena emang gue satu zodiak sama dia, gue menempatkan diri gue jadi dia.” Wulandari pun melanturkan kritik nya. Ben terdiam, tergelak akan gelisah dan amarah pada dirinya sendiri akan keadaan yang dialami nya saat itu.

“Gila juga sih Kifani, udah tiga kali lho diselingkuhin kasarnya ya lo selingkuh kan lingkup masalahnya sekarang” Chika pun berkomentar.

“Saran gue sih cuma satu, lo berdoa, terus kasih pengertian dan perhatian lebih ke Kifani, dan janji sama diri lo sendiri untuk komit sama hubungan lo”

Sontak Ben menuruti nasihat dan saran yang diberikan oleh kerabat-kerabatnya tersebut. Percakapan pun berlangsung hingga malam hari, tidak hanya bercengkrama terkait masalah yang Ben alami, tetapi juga kehidupan cinta, hidup, dan perkuliahan mereka.

Keesokan harinya, setelah terbangun dari tidur yang berlangsung lama, Ben bergegas bangun dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi. Kebiasaannya yang gemar mengulur waktu membuat rekan barunya, Nashira, menghampiri kamar Ben. “Ben kamu udah bangun belom sih?” Saut Nashira dari luar kamar kos Ben. Sontak Nashira pun mengetuk kamarnya seraya berteriak memanggil nama Ben yang tak kunjung merespon.

“Iya iya aku denger, ini lagi siap-siap” Bahkan Ia pun tidak sebenarnya bersiap-siap, ia sedang terdiam seraya mengenggam ponsel nya yang sedang berdering. Kifani menghubunginya. Tanpa berfikir panjang, ia pun membukakan pintu kamarnya dan membiarkan Nashira masuk. Perempuan berambut panjang dengan tinggi semampai bak seorang model professional ini beranama lengkap Nashira Rasidi.

Kuning langsat kulitnya meracuni pikiran Ben untuk kembali “bermain api”. Entah mengapa keadaan pun semakin runyam. Selain karena Ben yang masih “bermain-main”, keadaan kabar dari Kifani pun juga tidak terdengar. Menimbulkan asumsi-asumsi negatif muncul dalam benak Ben. Sontak ia pun memutuskan untuk menanyakan kabar Kifani ke kerabat dekatnya, Ica seraya pergi keluar dengan Nashira untuk mencari makan malam.

“Hai Ca, apakabar?” Tanya Ben melalui pesan singkat Line.

“Baik alhamdulillah, kamu teh gimana? Udah jarang ke Bandung yah?” Sontak Ica langsung membalas.

“Terakhir ke Bandung kok, cuma sehari doang dan ga nginep jadi ketemunya gitu aja sama Kifani hehe”

“Oh iyaaa, Kifani cerita sih terakhir kalian ketemuan tapi cuma sebentar”

“Kifani cerita-cerita? Ngomong apa aja dia? Haha” Tanya Ben penasaran seraya mengarahkan pertanyaan ke topik hubungan percintaannya dengan Kifani.

“Ben, Kifani tuh sayang banget tau sama kamu, sumpah, dia pun terakhir ngabarin kalo kamu mau sidang skripsi. Kalian baik-baik aja kan hubungannya?” Ica pun langsung mengutarakan apa yang Ben tunggu-tunggu. Sontak ia pun tergelak haru, terdiam seribu bahasa, keadaan mencekamnya saat itu pun bahkan membuat Nadia bingung dan bertanya-tanya.

Waktu menunjukan pukul delapan malam kala itu, Nashira yang tidak melontarkan pertanyaan apapun seraya sibuk memainkan ponselnya, terkejut dengan berdiri nya Ben dari kursi dan pergi tergesa-gesa dengan pamit yang seadanya. Nashira diam, dan semakin bingung dengan keadaan seraya membiarkan Ben yang pergi meninggalkannya.

Gundah, resah, dan gaduh pikirannya bercampur setelah mendengar perkataan Ica. Ben merasa sangat bersalah dan menyesal dengan apa yang dilakukannya. Pikirannya pun kosong, melayang jauh, dan sendu akan tangis yang menemani malam nya di sepanjang jalan pulang menuju rumah. Hiruk pikuk ramainya jalanan Senopati di malam itu tidak berhasil mengalihkan pikiran Ben yang penat akan rasa salah.

Sesampainya Ben di kamar kos, ia pun mendapat kabar melalui pesan singkat Line dari Kifani. Sontak ia pun tersenyum dan langsung menghubungi nya melalui facetime. Tidak peduli cekaman malam yang dialaminya, ia pun bergumul dengan hangatnya percakapan mereka yang tidak seperti biasanya. Keadaan yang tadinya dingin, sedemikian dibuat hangat oleh perilaku Ben terhadap Kifani. Namun, kenyataan pun berkata lain, Kifani tampak tetap merasakan hal yang bahkan semakin berbeda dari biasanya.

Kenapa kok dia malah diem aja ya? Kenapa ya Kifani kok ga kaya biasanya?

Satu bulan kemudian, Ben pun dinyatakan sebagai Sarjana Komputer. Rasa senang akan kelulusan nya pun tak kunjung membuat hati Ben tenang. Ia masih memikirkan hal yang sama dengan apa yang dialami nya selama akhir-akhir hubungan percintaannya dengan Kifani. Sedih bercampur senang dirasakannya. Kifani pun hanya sempat mengutarakan rasa senang dan bangga akan kelulusan 3.5 tahunnya melalui telepon. Entah memang karena Kifani yang bersikap beda, atau karena Ben yang selalu berprasangka buruk kepadanya. Aura negatif pada diri Ben disertai dengan kadar kecemburuan yang tinggi menyelimuti hari bahagia nya.

Sore hari di tanggal 15 Februari 2014 yang dinobatkan sebagai hari bahagia dan bersejarahnya Ben, diukir dengan polemik berkelanjutan pada dirinya. Ia pun memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Kifani akan keadaan hubungan mereka saat itu.

tumblr_oh4d886pkl1um12aoo1_500

“Mba Kif, kamu kok ga ke Jakarta sih aku lulus sidang skripsi?” Tanya Ben kepadanya melalui pesan singkat.

“Ya kan aku emang gabisa, selamat sekali lagi ya kamu udah lulus”

“Iyaa, makasih yaah. Kamu kenapa sih? Kok beda banget akhir-akhir ini.. masih trauma atau gabisa lepas pikiran karena masalah-masalah kita sebelumnya ya?”

“Gapapa kok, aku ngerasa kaya beda aja keadaan hehe”

“Iya aku pun juga ngerasa gitu Kif”

“Yaudah, nanti aja kita bahasnya ya aku mau pergi dulu” Jawab Kifani menyudahi percakapan mereka. Hingga beberapa jam setelahnya, Ben pun tidak mendapatkan kabar apapun dari Kifani. Sontak ia pun bergegas menghubungi tanpa jeda. Dikirimnya pesan melalui Line, bahkan memberanikan diri untuk terus menerus meneleponnya.

“Aku lagi gym.” Jawab Kifani singkat. Jawabannya pun membuat Ben semakin panas akan keadaan yang menghanyutkan pikiran jernih dandinginnya terhadap Kifani. Sontak ia pun mengutarakan pernyataan yang membuat Kifani terkejut.

“Oh pantes ,Yaudah ok, have fun deh sama prang barunya.” Jawab Ben ketus seraya memberikan syarat kecemburuan berlebih pada Kifani.

“Hah? Terserah lo deh Ben, gue udah capek literally udah capek lo cemburuin terus!”

“Ya bukan cemburu, wajar dong dengan keadaan kita yang lagi kaya gini, aku mikirnya aneh-aneh karena perilaku kamu.”

“Intinya, kamu yang ngerasa insecure, berarti emang kamu yang aneh-aneh, selain emang karena faktor beberapa kejadian kamu selingkuhin aku!” Balas Kifani dengan amarah. Ternyata kegelisahan Ben akan asumsi yang selalu dipikirkannya berbuah hasil melalui pernyataan jelas yang diutarakan Kifani kepadanya.

“Aku capek Ben, ini udah bukan sekali atau dua kali kamu gini dan bahkan cemburuin aku, padahal notabenenya, aku ga pernah lakuin apa-apa, bahkan kamu!!” Lanjut Kifani marah. Sontak Ben pun menelfon Kifani di sela-sela percakapan.

“Aku bukan curiga Kif, aku cuma takut aja, maafin aku yah.. kita balik lagi kaya biasanya ya” Lantur permohonan Ben. Ia pun tidak bisa berkata apa-apa selain meminta maaf.

“GUE TUH UDAH CAPEK TAU GA LO CURIGAIN TERUS!”

“Iya maafin aku Kif..”

“Udah percuma Ben, mungkin sekarang alangkah baiknya kita break dulu untuk beberapa waktu ya”

“Kif, aku gamau… kita baikan dan jadi kaya biasanya yah… aku mohon…” Rayu Ben tanpa henti seraya meneteskan air mata nya perlahan. Ia pun tak mendapatkan jawaban apa-apa kecuali ditutupnya perbincangan mereka melalui telepon.

Sontak Ben bergegas menghubungi kerabat-kerabatnya. “Kayaknya gue putus deh nih sama Kifani… Gue harus gimana ya…”

Apakah ini Karma?

**

Hubungan percintaan yang— harus —dilandas dasarkan akan komitmen yang disertai oleh komunikasi menjadi poin utama keharmonisan suatu jalinan kasih sepasang kekasih. Jika dasar penunjang tersebut sudah diingkari, maka keadaan runyam pun menjadi hasil yang berujung lara akan perpisahan. Taurus, merupakan salah satu zodiak dalam runut rasi bintang yang dinobatkan sebagai zodiak yang sangat setia. Berimplikasi akan pernyataan bahwa Taurus tidak hanya berpegang teguh pada prinsip, tertapi juga komitmen. Sementara Libra, satu-satunya zodiak yang sangat indecisive. Komitmen dan prinsip menjadi faktor penghalang keberadaan akan eksistensi karakter dan sifatnya. Bahkan, mereka cenderung orang-orang yang “nakal” dan keras kepala. Berbeda dengan Taurus yang tulus menyayangi pasangannya, Libra justru malah memanfaatkan situasi dan keadaan tersebut untuk tetap mencari sosok lain. Pada dasarnya Libra adalah zodiak yang setia, namun karakter dan sifatnya yang easy-going menjadikan dirinya lupa akan komitmen yang seharusnya dijalin. Nakal.

Kepiawaiannya dalam memainkan alur jalinan kisah percintaan, disertai dengan perkataan manis dan kenyamanan yang diberikan oleh seorang Libra, dapat menutupi karakter dan sifat buruk yang suka “bermain” dengan suatu hubungan percintaan. Dapat dilihat dari cerita di atas, kesetiaan Taurus tersirat dari keadaan Ben yang lebih dari tiga kali memainkan perasaan Kifani, hingga datang satu momen, yang memantapkan prinsip Kifani, Taurus, untuk menyelesaikan prahara dan drama percintaan diantara keduanya. Satu kali Taurus merasa kecewa, maka janganlah berharap mereka akan kembali ke keadaan semula.

Pisces, adalah salah satu zodiak yang juga memiliki kemiripan karakter dan sifat dengan Libra untuk hal kesetiaannya. Secara dasar mereka setia, namun, godaan akan orang lain tidaklah dapat dikesampingkan oleh mereka. Dianalogikan berdasarkan masing-masing elemen keduanya, Air dan Udara, adalah unsur bebas yang tidak bisa dikekang, dan berkonotasi buruk dalam hal apapun yang berurusan dengan komitmen. Karena pada dasarnya mereka adalah orang-orang dengan unsur bebas yang tidak bisa “dipegang”. Dalam cerita, hubungan “perselingkuhan” Ben dengan Nashira tidaklah berjalan mulus, dikarenakan statisnya hubungan yang mereka jalin, baik dari segi percakapan atau hubungan fisik. It’s like they can’t collide because of their basic traits who like to snuggle and play around, in fact they are in a consolidation for a relationship with someone.

Komitmen Cinta, Apakah Harus Setia?

“OF COURSE” -Taurus.

“Yes you should! We are talking about sincere love, man.” -Scorpio.

“Maybe..” -Libra.

“I tend to set my priority first.” -Capricorn.

**

Time has gone by so fast, if you’re in love. Tiga bulan berlalu begitu cepat, selama itu pula hubungan kisah percintaan Ben dan Kifani yang sudah berjalan selama 6 bulan lamanya dan membuat mereka semakin dekat. Kesibukan masing-masing tidak menggoyahkan semangat mereka berdua untuk tetap berpacu akan cinta. Di semester lima masa perkuliahan mereka tidak hanya diisi oleh erat nya hubungan cinta, tetapi juga dengan setumpuk tugas, laporan-laporan, kegiatan organisasi, dan tentunya pertemuan dengan banyaknya orang dari berbagai situasi.

Cara-Menjaga-Hubungan-Jarak-Jauh-Suami-Istri

Rasa sayang diantara keduanya terbukti dari intensitas komunikasi dan frekuensi mereka bertemu di sela-sela kesibukan tersebut. Walaupun, jarak mereka yang terpisah sejauh 140 KM. Kangen, gundah, gelisah, khawatir, dan rasa ingin selalu bertemu setiap hari dimiliki oleh mereka. Namun, diobati dengan percakapan mereka secara virtual setiap malam. Kerabat pun menjadi peran penting dalam keberadaan hubungan mereka. Tidak hanya sebagai tempat bercerita, tetapi juga bersenang-senang. Semakin banyaknya variasi situasi dalam hidup, maka semakin banyaknya pula godaan diantara hubungan kedua belah pihak. Sehingga, komitmen yang berkaitan dengan kesetiaan mereka diuji dalam keadaan saat ini.

“Aku lagi sama Teri nih makan siang di Bambu, sambil nunggu kuliah sore. Kamu lagi apa MbaKif?” Tanya Ben melalui pesan singkat Line. MbaKif, adalah panggilan sayang Ben yang selalu dilontarkan olehnya.

“Kamu mau pesen apa Ben? Ntar dulu kenapa main HP nya” Sontak Teri bertanya seraya mengambil HP Ben agar berhenti memainkannya. Thri Handayani yang kerap disapa Teri ini adalah kerabat dekat Ben yang terkenal dengan mulut pedas dan galak. Namun, salah seorang dari beberapa kerabatnya yang berperan penting dalam andil hubungan cinta Ben dan Kifani. Bisa dibilang, ia adalah satu-satunya orang yang mengetahui banyak kisah mereka, karena Teri adalah kerabat Ben yang menjadi saksi pertemuan pertamanya dengan Kifani di Bandung enam bulan yang lalu.

“Idih HP gue ah Ter, aku lagi ngabarin Kifani doang ih balikin…” Sontak Ben berdiri dari duduknya dan menghampiri Teri yang duduk berhadap-hadapan dengannya.

“Hahahaha… manja lo ah chat-chat an nya begitu, drama. Apakabar Kifani? Kapan dia ke Jakarta lagi? Salamin yah, bilang kapan kita makan Sop Konro lagi hihi.” Tanya Teri seraya mengembalikan HP Ben.

“Baik-baik alhamdulillah, hubungan pun makin deket gitu Ter. Nanti kusampaikan yah… lagi sama-sama sibuk sih, mungkin dua minggu lagi dia ke Jakarta”

“Lama amat, baek-baek deh diselingkuhin, atau lo yang selingkuh lagi nanti kan lo jablay hahahaha” Sontak keduanya tergelak tawa dengan terbahak-bahak seraya melanjutkan percakapan dan memesan makan siang mereka di siang hari yang panas itu.

“Mana sini bagi Line nya Kifani dong, aku mau iseng chat dia ah ajakin ke Jakarta dan makan Sop Konro yang waktu itu kita omongin di Bandung sama Richie.” Lontar Teri dengan serius seraya berdiri dari duduknya dan menghampiri Ben untuk meminta kontak Kifani.

“Jangan macem-macem deh, nanti ngomong macem-macem lagi ke doi, jangan aneh-aneh ah Ter, gue tampar ya.”

“Enggak lah orang cuma mau jalin hubungan baik aja yeee..” Sontak Teri terkejut melihat laya ponsel Ben dan langsung bertanya, “Heh! Lo masih mainan aplikasi-aplikasi cari jodoh?! Lo gila ya! Ini yang lo bilang setia? Wah sakit lo Ben” Tanya Teri dengan lantang.

“Hahahaha, cuma Tinder kok, dia pun juga main Ter… nah ini sih, yang gue pengen cerita sebenernya huhuhu” Jawab Ben dengan santai.

“Hah? Maksudnya gimana sih gue ga ngerti, jadi kalian pacaran apa engga kok sama-sama masih main aplikasi begituan?”

“Gue ga ngerti ya, yang jelas, di awal-awal bulan waktu itu dia pernah bilang soal hubungan gue sama dia yang ga komitmenan huhuhu…” Lanjut Ben bercerita tentang kabar terbaru hubungan percintaannya kepada Teri. Hingga waktu pun sampai pada saatnya mereka harus kembali ke kelas perkuliahannya masing-masing di sore itu.

Sesampainya mereka di rumah kos Ben, Teri pun melanjutkan perbincangan mereka dengan antusias. Bertanya lebih lanjut tentang keadaan yang terjadi selama hubungan mereka berlangsung. Ben pun tak kunjung kuat menampung masalah yang dimilikinya saat itu sendirian. Ia pun menceritakan keadaan yang sebenarnya kepada Teri di malam itu.

“Gue gatau mesti gimana Ter, agak ga enak sih sebenernya, kasian Kifani nya tapi gue juga gatau dia di sana gimana, dan gue nya nih kenapa ya.. kayaknya bener deh kalo lo bilang gue jablay. Ada aja godaannya cuy, gila!” Lantur Ben dengan geram.

“Maksudnya gimana sih? Udah jangan macem-macem deh, udah untung ada yang mau sama lo! Ngaca, lo tuh jelek! Hahahaha” Jawab Teri ketus seraya menyisipkan candaan. Lama dan eratnya kekerabatan mereka menimbulkan perbincangan yang bersifat blak-blakan. Kasarnya, Ben mengenal baik Teri, dan begitupun sebaliknya,. Sehingga apapun yang dilontarkan keduanya tidak akan menyinggung perasaan masing-masing.

Percakapan mereka pun beralangsung hingga larut malam. Ben dan Kifani pun tidak bercengkrama melalui facetime seperti biasanya, tidak hanya karena faktor Teri yang menginap di kos Ben, tetapi juga karena keadaan Ben yang pergi mencari makan malam dengan salah satu kenalan barunya melalui Tinder yang baru saja diceritakan olehnya kepada Teri.

tumblr_mahsl6KZ9m1r22eq4o1_500_large

“Gue merasa bersalah sih Ter sebenernya, kayaknya Kifani bener-bener sayang sama gue deh huhu. Saking sayangnya dia tuh sampe nyempetin pengen telfon gue buat denger suara gue sebentar doang padahal itu gue lagi sibuk mau pergi sama kalian waktu itu” Sontak Ben dengan gelisah.

“Aku cuma bisa kasih saran, sebaiknya jangan selingkuh ya Ben 🙂 Karena, ini perihal Cinta dan berkaitan dengan hati orang, kasian Kifani, coba posisiin diri kamu kalo jadi dia gimana?”

“Huhu iya Ter.. gue pergi dulu yah, nanti gausah dikunci kamarnya takut lo udah tidur” Lanjut Ben seraya berjalan ke arah pintu kamar dan menutupnya.

Terdengar teriakan Teri dari dalam kamar, “Emang dasar gila lo! Yaudah hati-hati ya!”. Sifatnya yang selalu perhatian membuat orang-orang terdekatnya merasa nyaman untuk berhubungan dengan Teri baik dalam keadaan senang, maupun susah. Dari apa yang ia ketahui terkait hubungan cinta Ben dan Kifani, ia pun memutuskan untuk menghubungi Kifani melalui Line dari kontak yang ia dapatkan tadi siang dengan tujuan untuk mencari tahu apakah Kifani melakukan hal yang sama serupa Ben, atau sebaliknya.

“Hai Kifani, apakabar? Ini aku Teri yang waktu itu di Ergin pas kamu ketemuan pertama kali sama Ben” Tanya Teri melalui Line messenger.

“Hai Teri, baik-baik, kamu gimana?” Sontak balas Kifani dengan cepat.

“Baik alhamdulillah hehe, kapan ke Jakarta dong kita janji mau makan Sop Konro kan, kata kamu ada di daerah Gading”

“Iyaa nanti ya pas Ben nya ga sibuk, dia masih sama kamu bukan nih di kosan?”. Teri pun bingung akan respon apa yang hendak diberikannya kepada Kifani. Namun, karena prinsipnya yang kuat untuk junjungan cinta, ia pun tidak memberikan informasi apa-apa terkait pertemuan Ben denganorang lain di malam itu.

“Iya dia sama aku nih di kosannya, tapi dia lagi aku suruh beli makan ke luar hahaha, emang dia ga bilang?” Jawab dan tanya Teri berpura-pura. Ben pun sontak dihubungi oleh Teri dan memberikan kabar bahwa ia sedang berkomunikasi dengan Kifani. Ben pun tidak banyak menghiraukan. Dengan santai, ia hanya membalas singkat pesan tersebut dan kembali berbincang-bincang dengan kenalan barunya melalui Tinder, Abel.

Ben dan Abel menghabiskan waktu selama beberapa jam membicarakan tentang perkuliahan, kisah cinta,

Di sore hari pada keesokan hari nya, terdengar panggilan seraya ketukan pintu kamar Ben dengan pelan. Sontak Ben pun bergegas bangun dari tempat tidur, sedangkan Teri melanjutkan tidurnya seraya menarik selimutnya hingga ke ujung kepala. Ben membuka pintu dan terkejut akan kedatangan Kifani diam-diam. Sontak ia pun teringat percakapannya beberapa hari lalu terkait kegiatan organisasi Kifani yang hendak akan berkunjung ke salah satu perusahaan ternama di Indonesia. “Loh, kamu sama siapa kok tiba-tiba gini? Kaget loh aku” Saut Ben seraya mengajak Kifani masuk ke kamar dan menutup pintu.

“Iya kan aku bilang sama kamu kalo aku sama Ica dan organisasi aku mau ke Unilever, ada kunjungan gitu deh”

“Terus Ica nya mana?”

“Dia pergi sendiri janjian ketemuan sama pacarnya, kaget ya aku tiba-tiba ke sini ga bilang hahaha. Itu siapa di bawahm Teri?”

“Iya Teri, dia nginep dari semalem”

“Loh kok ada Kifani? Hai Fan, jadi pas kita chat-chat an Line semalem, kamu tuh besokannya ke Jakarta ya? Kok gabilang? Hahaha” Saut Teri seraya membuka selimut dan berusaha membuka matanya.

Ben pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk buang air besar dan mandi. Ia pun bingung dan resah dengan kedatangan Kifani, dengan kenyataan, pukul lima sore nanti rencananya ia akan pergi bertemu kembali dengan Abel. Beberapa menit kemudian, setelah Ben selesai mandi, terdengar senda gurau dengan tawa diantara Kifani dan Teri yang entah membicarakan apa.

“Ngomongin gue ya” Jawab Ben seraya menutup pintu kamar mandinya.

“Gausah kepedean lo!” Saut Teri dengan lantang.

Beberapa saat kemudian, mereka pun bergegas pergi mencari makan ke luar. Ben pun tidak lagi menghiraukan rencana pergi nya dengan Abel saat itu, karena tidak diterimanya kabar lanjut darinya. Saat hendak mengunci pintu kamar dan bergegas turun ke luar rumah, ponsel Ben berdering dan didapati Abel menghubunginya.

Damn, gue kira gajadi, anjir gue mesti gimana nih ya?

Ben pun berjalan di lorong rumah kos dengan gelisah, Pikirannya pun bercabang memikirkan asumsi-asumsi dari kejadian yang akan terjadi. Seraya membuka pintu pagar, ia pun menatap mata Kifani yang sedang sibuk memerhatikan gerak-gerik aneh yang dilakukannya. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam mobil yang parkir tepat di depan rumah kos Ben.

“Ben, yuk!” Ajak Abel dari dalam mobil untuk pergi. Mereka beritiga terkejut dan saling menatap mata satu dengan yang lainnya. Terdiam dan tergelak dalam kebingungan akan situasi tersebut.

“Hah?!” Saut Ben berpura-pura. Keadaan pun berubah menjadi keruh seketika. Kifani yang trauma dengan pengalaman pahit hubungan cintanya dengan Ben, langsung mengetahui apa yang terjadi diantara Ben dan seseorang yang berada di dalam mobil tersebut. Kifani bergegas pergi dan tidak meninggalkan sepatah kata pun. Sontak Ben bergegas menghampiri Kifani dan membiarkan Abel sendiri yang bertanya-tanya akan keadaan saat itu. Teri pun bergegas menghampiri Abel dengan penuh amarah karena didukung keadaan panas tersebut…

**

Komitmen. Pernyataan valid yang absolut akan keadaan paten perihal prinsip. Tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, namun hubungan percintaan juga wajib dilandaskan hal ini. Selaras dengan komitmen, Kesetiaan juga menjadi ekor yang selalu menjadi hal dibalik komitmen tersebut. Berani berhubungan, maka berani pula menjalankan komitmen. Walaupun terdapat berjuta masalah dan hambatan di dalamnya.

Libra, adalah salah satu dari rasi bintang yang terkenal dengan tidak bisanya mereka dalam berkomitmen dalam jangka waktu lama. Sifat nya yang mudah sekali bosan, menjadi faktor utama dari singkatnya komitmen yang dijalani. Selain itu, sifatnya yang sangat idealis menuntut dinamisme hubungan percintaan yang dijalin. Dengan kata lain, mereka akan cepat bosan dan menghancurkan komitmen yang dibuat dengan pasangannya secara sepihak. Berdampak pada ketidaksetiaan nya kepada pasangan. Kasarnya, Libra itu adalah pribadi yang terlalu easy-going; mereka tidak akan sungkan menanggapi orang lain yang mencoba untuk dekat dengannya, walaupun mereka sedang menjalin hubungan serius dengan pasangannya.

Taurus, zodiak yang patut dinobatkan sebagai bintang paling setia diantara zodiak-zodiak 11 zodiak lainnya. Asas prinsip dan komitmen yang selalu mereka junjung, menjadikan hubungan cinta yang diberikan Taurus akan sepenuhnya disampaikan olehnya, baik melalui perilaku maupun lisan. Mereka tidak akan sedikitpun meilirik, apalagi tertarik dengan orang lain jika mereka sudah merasa intim dengan hubungan yang dijalani dengan pasangannya. Kasarnya, orang-orang Taurus berkarakteristik dan bersifat tegas dan tidak mau drama. Jika A maka A, bisa berubah menjadi B jika ada alasan valid dan masuk akal. Sehingga, Taurus akan jauh dari kekhawatiran akan hal kesetiaan.

Scorpio, sosok zodiak yang sangat drama dan sensitif. Hal tersebut yang membuatnya menjadi zodiak paling tulus untuk hal yang berkaitan dengan cinta. Terlihat dari bagaimana Teri merespon Ben akan perselingkuhannya dengan Abel. Ia tetap memberikan saran baik untuk Ben, tanpa mengganggu hubungannya dengan Kifani dengan tidak membeberkan informasi apapun. Mereka yang selalu menjunjung cinta, akan komit dengan rasa sayangnya yang tulus terhadap pasangannya. Dengan kata lain, mereka tergolong zodiak yang setia, jika sudah sayang dengan pasangannya.

Capricorn, kesamaan karakteristik dan sifatnya dengan Taurus menjanjikan keadaan setia dalam hubungan cinta yang dijalinnya. Walaupun, cinta bukan prioritas utamanya, tetapi komitmen dan prinsip akan selalu dijunjung tinggi oleh Capricorn. Jika cinta telah menjadi prioritas utama dalam urutan prioritas dalam list komitmen dan prinsipnya, maka jauh pula kekhawatiran pasangannya akan hal perselingkuhan. Kasarya, Capricorn bersifat’ Jika sudah punya satu, ya satu, untuk cinta. Mereka gemar bermain logika dibandingkan perasaan.

CHAPTER 4 – Taurus x Libra, and The Sex.

taurus-and-libra-matches

“Okay case closed, let us fall in love again.” -Taurus.

“I.. I.. Ah, you know my feelings without having to declare it clearly.” -Libra.

“Whatever.. you’re so drama.” -Sagittarius.

“Just sex? Oh. Ok.” -Aries.

“I just love seeing you guys together.” -Leo.

**

Heningnya situasi di kala malam hari itu mencekamkan suasana, tidak hanya untuk hati dan pikiran Ben, tetapi juga hubungan antara ia dengan Kifani. Dengan kenyataan bahwa, Ayla telah berhasil berpaling dari hidup Ben semenjak peristiwa terakhir yang dialami oleh mereka berdua, namun polemik akan drama hubungan dari kisah percintaan Ben dan Kifani tak kunjung redam oleh perdamaian. Malam itu pun dihiasi amarah, gundah, dan kegelisahan di kedua belah pihak, mereka bercengkrama, bertengkar, serta berdebat dengan kepala dingin menyelesaikan permasalahan yang dialami melalui facetime. percakapan pun berlangsung hingga larut malam, sontak terdengar suara ketukan dari balik pintu kamar kos Ben dengan kencang.

“Ben!!!! Halo!!! Buka dong, kebelet kencing niiiiiih!!!” Teriak Cohar Berland dari balik pintu di tengah malam yang sunyi tersebut, alih-alih berteriak kencang, ia pun tetap berteriak memanggil nama Ben seraya menghubunginya melalui selular teleponnya.

Cohar Berland, adalah teman kampus Ben, juga kerabat dekat nya yang sekaligus berperan sebagai tempat curahan hati Ben untuk hal apapun, begitu pun sebaliknya.

“Aduh ada-ada aja deh nih, iya iya Har, bentar… Sebentar Fan, aku bukain pintu dulu, ini si Cohar dateng tiba-tiba tengah malem.” Jawab Ben menggerutu kesal seraya bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu kamar untuk membukanya.

“Duh! Lama lo! Minggir-minggir! Kebelet nih”

Ben pun menutup pintu nya dengan tatapan hampa mengarah ke Cohar yang sedang berlari-lari kecil ke arah kamar mandi seraya berjalan kembali ke tempat tidur nya dan bercakap dengan Kifani. “Ada Cohar Fan, ngobrol aja gapapa, aku udah cerita-cerita tentang kamu juga kok ke Cohar, begitupun sebaliknya, kamu tau Cohar kan?” Tanya Ben kemudian.

“Iya” Jawab Kifani ketus. Amarah bercampur kesal bercampur dalam pikiran dan hatinya, tidak dapat dengan mudah lepas dari jeratan masalah yang membuat hubungan mereka goyah. Ben tetap memberikan alasan valid kepada Kifani akan siapa Berra, menjelaskannya secara jelas akan bagaimana keadaan yang sebenarnya.

“Lo mau kemana deh Har, kok gapake ngomong ke gue mau ke sini?” Tanya Ben sontak setelah Cohar keluar dari kamar mandi sambil menggesek-gesekan kakinya yang basah di keset.

“Gue mau dugem sama Ecky, Ale, Mepau, Juju, pokoknya sama anak-anak rame, tadinya mau ngajak lo, tapi… kayaknya lo lagi drama kumbara ya hahaha”

“Nah itu tuh Cohar ngajak pergi, aku udah ngantuk juga, pergi aja ikut” Saut Kifani menyelak pembicaraan Ben dan Cohar melalui facetime.

Eh Har, kenalin ini Kifani, saling tau kan kalian, kenalan resmi nya sekarang ya haha” Sambung Ben mengalihkan topik pembicaraan.

“Halo Kifani, sabar-sabar sama Ben ya hahaha.” Lontar Cohar dengan tawa kecilnya seraya melambaikan tangan sebagai simbol perkenalan ke arah layar ponsel yang diarahkan Ben kepadanya.

“Yaudah, kalo lo gaikut, nanti gue nginep sini ya Ben, jangan dikunci, takutnya lo udah tidur terus gue mabok hahahahaha, bye!” Saut Cohar kemudian seraya berjalan mengarah pintu dan keluar kamar

“Loh kok tumben kamu gamau ikut?” Tanya Kifani serius.

“Engga, emang aku maunya sama kamu aja sampe nanti tidur hehehe.”

Sontak Kifani hanya memberikan ekspresi bosan seraya memainkan laptopnya. Ben pun melanjutkan perbincangan akan kejelasan masalah diantara mereka, hingga waktu menunjukkan pukul tiga pagi kala itu, dengan usaha yang membuahkan hasil bahwa masalah mereka selesai dengan baik.

Akhirnya baik-baik lagi, namun ada sesuatu yang mengganjal di bingungnya pikiran Ben. Kenapa Kifani begitu cepat memaafkan?

Di hari Sabtu siang, Ben dan Cohar pun tergelak bangun dari tidurnya akibat bunyi ponsel yang berdering dari atas meja sebelah tempat tidur Ben. Ana Winata Calls. Ben pun terkejut dengan panggilan telepon yang ia dapat, sontak ia pun terbangun dari tempat tidur dan bertanya kepada Cohar.

“Har, liat deh siapa yang telepon hahahahahaha!” Tanya Ben seraya memberikan ponsel nya ke Cohar.

“Idih, ngapain lagi sih lo sama dia gila, emang lo sih yang suka cari gara-gara, bukannya lo lagi berantem sama Kifani ya karena masalah cewek lain?” Saut Cohar bingung.

“Hahaha enggak, udah baikan semalem, udah santai lagi, sssst diem!” Saut Ben terburu-buru seraya menerima telepon dari Ana.

“Halo Ana, apakabar? Hehe, kenapa nih tiba-tiba telepon?”

“Hai Ben, gapapa, I just want to check you out hehe, can we meet tonight at your place?” Tanya Ana menggoda.

“Oh hahaha, iya boleh, maybe, 8 o’clock?”

“Okay, I’ll see you then” Tutup Ana dari pembicaraan singkat mereka melalui telepon.

“HAHAHA!!” Tergelak tawa Ben ke arah Cohar seraya melempari bantal dan guling kecil dari tempat tidurnya.

“Ih sakit, gue udah ga ngerti lagi deh sama lo, gila!” Lantur Cohar geram seraya berbaring kembali ke tempat tidurnya sambil menarik selimut.

“Ya, sama dia sih gue cuma bakalan buat.. you know Har, fun things LOL. Abis gue bingung, semalem gue udah ngemis-ngemis minta maaf sampe akhirnya baikan, tapi kok kaya ada yang ganjel Har, yaudah gitu dia maafin seada-adanya dan balik kaya biasanya.”

“Ya dianya juga selingkuh kali makanya biasa aja.” Jawab Cohar tidak bergairah seraya memainkan handphone nya dari balik selimut.

Tepat pukul delapan malam, Ana pun sampai di rumah kos Ben dan langsung bergegas ke kamar nya. Mereka pun bercengkrama tentang kabar dan kisah kehidupan yang dijalani keduanya selama ini dengan hangat. Ben yang duduk di atas tempat tidur berhadapan langsung dengan Ana yang duduk di kursi meja belajar Ben yang bersebalahan dengan tempat tidurnya mulai memberikan gelagat-gelagat berbeda.

“Kamu mau minum?” Tanya Ben gugup.

“Gausah, udah kok tadi” Jawab Ana singkat seraya menjalarkan tangannya ke arah paha dan dada Ben. Gairah yang diselimuti oleh nafsu pun bergejolak diantara keduanya, Ben pun menarik Ana dengan kedua tangannya dan membawa nya ke atas tempat tidur seraya menatap mata dengan penuh kehangatan bak tidak memiliki komitmen dan ikatan dengan seseorang saat itu di pikirannya. Dan, keadaanpun semakin hangat dengan hubungan fisik yang dilakukan oleh mereka berdua, hingga berlangsung selama satu jam lamanya.

“Thanks ya Ben, I’ll see you around :)” Saut Ana dengan kedipan matanya seraya berjalan ke arah pintu kamar dan pergi keluar.

Ben terduduk diam sambil tersenyum, mengisyaratkan tidak adanya masalah yang muncul baik pada dirinya, maupun hubungannya dengan Kifani. Sontak ia pun langsung mengambil ponsel dari lemari baju nya dan bergegas menghubungi Kifani melalui facetime seperti malam-malam biasanya. Perbincangan berlangsung hingga larut malam dengan pernyataan mengejutkan dari Ben yang hendak ingin mengunjungi Kifani ke Bandung untuk bertemu dengannya.

Di detik-detik penghujung libur sementer ganjil tersebut, Ben bergegas menghabiskan akhir pekan nya di Bandung. Dengan mengandalkan travel Jakarta-Bandung, didukung oleh faktor rasa kangen yang dimiliki nya untuk bertemu dengan Kifani, ia rela menlampaui 125 KM perjalanan di sore itu.

Sesampainya Ben di Bandung beberapa jam kemudian, ia pun langsung menghampiri Kifani yang sedang duduk dengan kerabat dekatnya di suatu kafe terletak di daerah Dipatuukur, Bandung. Ia disambut oleh pelukan Kifani disertai perkenalan hangat dengan kerabat dekatnya, Anisa Nuraini atau yang kerap disapa Ica.

“Halo, ini Ben ya? I have heard so much about you :)” Saut Ica dengan senyuman seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ben.

“Hai Ica, hehehe masa sih? Cerita apa aja Kifani? Haha” Saut Ben gembira sambil tersenyum menatap mata Ica. “Kalian udah dari jam berapa di sini? Maaf yah lama, tadi agak macet soalnya di tol hehehe” Sambung Ben melontarkan topik pembicaraan di malam dengan dinginnya Bandung.

“Hahaha, ya gitu aja, kamu ke Bandung karena kangen yaaah sama Kifani? Hahahaha! I love seeing you both in this relationship lho actually :)” Lontar Ica dengan ekspresi senang akan pertemuan kali pertamanya dengan Ben di kala itu. Mereka pun menghabiskan waktu hingga dua jam lamanya untuk berbincang-bincang tentang apapun, hingga sampailah waktu mereka harus kembali ke rumah masing-masing, begitupun dengan Ben yang memutuskan untuk menginap di rumah Kifani.

Dinginnya Bandung kala itu menunjang keadaan mesra yang dilakukan Ben dan Kifani sesampainya mereka di kamar tempat singgah Ben malam itu, yaitu rumah Kifani. “Gapapa gitu aku nginep di rumah kamu? Ga ada orang apa?” Takut berisik lol” Tanya Ben dengan candaan seraya memeluk Kifani yang terbaring di atas tempat tidurnya dari atas tubuhnya.

“Ya logikanya, kalo ada orang rumah, aku ga ngebolehin kamu ke Bandung dan nginep tempat aku lah”

“Iya juga yah hahaha” Saut Ben pelan seraya mengarahkan wajah dan bibirnya ke arah Kifani. Malam yang begitu dingin tidak terasa akan panas nya gairah dan jalinan kisah yang mereka miliki saat itu. Kemseraan yang dimiliki mereka berlangsung hingga larut malam, hingga munculnya peertanyaan aneh dan mengejutkan dari Ben.

“Kok beda ya?” Tanya Ben heran.

“Hah? Beda apanya?”

“Ya ga kaya biasanya, kamu abis ‘main’ sama orang lain ya?” Ben dihantui kecemburuan berlebih seperti biasanya.

“Enggak, aku ga main sama siapa-siapa” Dan, keadaan pun kembali hening.

“Yaudah iya aku jujur nih sama kamu, maafin, aku sempet ‘fun’ sama orang lain, tapi itu pun juga cuma sekali, bener-bener sekali doang, setelah selesai pun yaudah aku langsung selesai, namanya juga kebutuhan kan, kita pun LDR masalahnya” Sambung Kifani dengan tatapan melas memohon maaf kepada Ben.

Damn, Karma does really exist. What should I do now?

Sumpah? Demi apa Fan?” Jawab Ben geram.

“Iya mas, tapi bener itu cuma sekali doang dan udah ga pernah lagi kok, toh kita kan ga ada ikatan apa-apa juga ngapain mesti saling cemburu? We have each other kok..”

What? Ga ada ikatan apa-apa? Jadi selama ini maksud nya hubungan kita apa ya?

Hmm iyaaa.. it’s okay kok as long as cuma ‘fun’ aja :)” Lontar Ben pasrah dengan tidak menghiraukan masalah tersebut lebih panjang. Ia pun membiarkan Kifani berhubungan fisik dengan orang lain karena ia pun juga melakukan hal tersebut terlebih dahulu dengan Ana tanpa sepengetahuan Kifani.

Beberapa saat kemudian setelah bergurau dan bercengkrama seperti biasanya, mereka terlelap akan kantuk yang menyelimuti keduanya. Berbaring di satu tempat tidur yang sama, diselimuti kehangatan akan mesranya mereka yang berpelukan seraya Kifani meletakkan kepalanya di atas dada Ben. Dinginnya situasi Bandung saat itu pun terkalahkan oleh aura hangatnya cinta yang terbentuk diantara keduanya, layaknya dunia milik mereka sepenuhnya.

But wait… no commitment? Jadi selama ini Kifani ga anggep dia pacaran sama gue? Pikir Ben gundah.

**

Hubungan hangat yang terjalin diantara Libra dan Taurus bagaikan analogi Udara dan Tanah yang saling mengisi dan berkesinambungan, tak akan lekang oleh batasan apapun. Begitupun dengan kisan Ben dan Kifani, apapun masalah yang dimiliki— jika tidak besar —akan terselesaikan berdasarkan asas kasih yang dijunjung oleh Taurus dan karakteristik serta sifat Libra yang penyayang dan apresiatif. Buruknya keadaan— sebenarnya —terletak pada Libra, mereka semacam pribadi yang tidak bisa lepas dari jeratan “fans” yang menghantui nya walaupun mereka telah berkomitmen dengan orang lain. Sifatnya yang easy-going terlampau jauh mengecewakan pihak yang menjalin hubungan dengannya, untungnya, Kifani sebagai Taurus, adalah pribadi yang berkarakteristik dan bersifat tulus akan kasih jika mereka sudah jatuh sayang dengan seseorang, apapun masalah yang muncul akan luluh dengan seketika jika mereka melihat peluang yang masih dapat muncul demi keberlangsungan rasa sayangnya akan hubungan yang dijalinnya tersebut. Tetapi, apa yang dipikirkan oleh mereka belum tentu selaras dengan apa yang dipikirkan oleh pasangannya. Mereka terkenal akan kesetiannya yang luar biasa, diikuti dengan pendiriannya yang teramat keras akan prinsip dan komitmen yang ingin dijalin, selain itu, mereka juga sesosok pribadi yang bisa menguatkan hati nya untuk berperan sebagai ornag yang jahat, jika mereka tidak melihat sesuatu yang baik untuk dirinya. Sifatnya yang ‘bodoamat’-an dan tidak mau ribet, terlihat dari bagaimana ia menanggapi dan menyelesaikan masalah yang pada hubungannya dengan Ben, begitupun juga terlihat bagaimana ia memberikan pernyataan terkait komitmen kepada Ben, pendirian yang berlandaskan prinsip dan komitmen kuatnya dipikirkan matang-matang, namun, sewaktu-waktu dapat berubah bergantung akan situasi dan kondisi yang dialami si Taurus.

Berbicara tentang hubungan Sex diantara Libra dan Taurus, keduanya merupakan zodiak yang tidak begitu menjunjung prioritas untuk dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan untuk menjadikannya sebagai kebutuhan penting. Kenapa Libra tidak memperpanjang masalah saat Ben menangkapi Kifani yang berhubungan fisik dengan orang lain? Libra adalah zodiak yang mengandalkan justifikasi di setiap keadaan dan situasi, lebih tepatya, mereka tidak tertarik dengan perdebatan yang berujung masalah, apalagi pertengkaran. Tidak mau ribet, begitulah mereka. Terlihat dari bagaimana Ben menanggapi Kifani yang kedapatan berhubungan dengan orang lain selain dirinya. Ben tidak marah karena secara adil ia pun melakukannya, so… fair enough, he thought.

Munculnya Aries di hidup Libra adalah keadaan implisit dari cocok atau tidak cocoknya keberadaan hubungan mereka. Libra yang sangat talk-active tidak dapat sejalan dengan pemikiran Aries yang keras dan tidak suka ribet serta hal apapun yang bertele-tele. Konfrontasi akan keadaan perlu diperjelas pada bagian awal hubungan yang ingin dijalani, sehingga mereka pun tahu harus berbuat apa. Ben pun melontarkan penjelasan bahwa– akhirnya –hubungannya dengan Ana hanyalah berlandaskan nafsu semata, disebabkan oleh tidak didapatnya titik temu keberlangsungan hubungan yang baik, namun ingin tetap memiliki satu sama lain.

Sagittarius dan Leo yang cocok berhubungan baik untuk hal pertemanan muncul sebagai zodiak dari Cohar Berland dan Anisa Nuarini, berelemen Api, dengan kobaran semangatnya dalam menjalani hidup, terutama kisah dan kasih hubungan percintaan, mereka berlaku sebagai sosok pribadi-pribadi yang tepat berhubungan dengan Ben, Libra. Kecocokan implisit muncul diantara keduanya terlihat dari bagaimana mereka menanggapi Ben. Ica, kerabat Kifani yang baru saja berkenalan dengan Ben, terlihat begitu senang akan keberadaan nya untuk hidup Kifani yang notabene nya sebagai kerabat dekat Ica. Leo yang besifat simpatis dan empatis, jelas memperlihatkan kegembiraannya akan orang lain, berbeda dengan Sagittarius, zodiak ini adalah zodiak yang terkenal akan egoisme tinggi, sehingga wadah curahan hati yang didengarnya hanya akan bersifat sementara di telinga dan pikirannya, walaupun mereka adalah orang-orang yang sangat baik jika berhubungan dengan kerabatnya, apalagi kebaikan orang lain. Terlihat dari bagaimana Cohar berperilaku kepada Ben, menurut Sagittarius, hal yang berhubungan dengan drama tidak patut masuk ke dalam kamus mereka untuk hal percintaan, so as what you read above.. Cohar hanya berperan sebagai pendengar, bukan pemberi saran, bahkan tidak melontarkan ekspresi akan rasa senang yang dimilikinya ke orang lain. Sagittarius dan Leo, dua zodiak yang berlandaskan “I Love Myself rather than anyone.”.

CANCER X SCORPIO

tumblr_static_tumblr_static_6bforoyhgps0848cko8scgg0w_640

“Oh well, It might be not a good time.. but, what will you do?” -Cancer.

“I will fill your days with me.” -Scorpio.

**

The most incredible and passionate with great compatibility among all of the zodiac signs. Keberadaan secara eksis dari dua zodiak dalam runut rasi bintang ini memiliki kecocokan yang akurat, selain didukung oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan samanya karakteristik dan sifat karena berada dalam satu elemen Air, tetapi juga kelebihan dan kekurangan akan keduanya yang terlihat sangat cocok disebabkan oleh passion dan chemistry yang terjalin secara tidak langsung oleh Cancer dan Scorpio.

Cancer dan Scorpio adalah dua zodiak— juga Pisces —yang dinobatkan dan patut mendapatkan “penghargaan” sebagai zodiak yang paling sensitif, keduanya tertarik akan hal apapun yang berhubungan dengan ketulusan cinta dan kasih sayang, disertai dengan “permainan” gengsi dan tantangan dalam suatu jalinan percintaan. Mereka layak disandang sebagai challenger, yang kerap melangsungkan cerita cinta dan kasih nya berdasarkan perjuangan dan usaha. Terbukti dari implementasi Cancer yang selalu berusaha untuk mencapai apa yang diinginkannya melalui sifat jual mahal dan agresif— diselimuti akan gengsi dengan kadar lebih — terhadap seseorang yang disukainya. Benar, mereka adalah orang-orang yang menjunjung tinggi Gengsi sebagai bagian dari observasi mereka untuk berhubungan dengan siapapun, bahkan dengan kerabat untuk hal pertemanan. Observasi nya pun berakibat pada bagaimana mereka akan memberikan respon serta “putusan” perihal sosialisasi yang ingin dijalan, serta pemikiran dari pihak mereka pun bercabang hingga “Apakah ia layak untuk dicintai?”

Cancer yang dikenal dengan simbol kepiting bercapit dua dan cangkang kecil nan keras yang berhubungan erat dengan kehidupan nyata mereka, baik dari segi karakteristik maupun sifatnya. Mereka keras kepala— melalui bagian luar— dan tidak dapat dipaksa, hingga dapat dilihat sisi baiknya dari hubungan tersebut dengan sifatnya yang suka akan tantangan, dengan kata lain mereka Challenging. Usaha dan pengorbanan yang mereka lakukan untuk mendapatkan seseorang yang disukainya akan jelas terlihat dari bagaimana mereka mengatur permainan gengsi serta tarik ulur nya. Dan, kenapa tetap gengsi? Gengsi yang dimaksud bukan sifat yang dirunut berdasarkan egoisme, melainkan didukung oleh sifat lainnya yang suka mengobservasi sesuatu, padahal Cancer adalah pribadi yang sangat lemah, jika sudah berhasil memikat hatinya. No wonder, mereka suka sekali disakiti oleh orang yang disayangi dan dicintainya, juga teraplikasikan pada karakternya yang gemar membalas dendam, baik untuk hal positif maupun negatif, it’s like, jika mereka mendapat kebaikan dari orang lain, mereka akan memberikan porsi kebaikan yang lebih banyak ke orang tersebut, begitu sebaliknya untuk hal negatif. Sifat lemah mereka berkaitan dengan tulusnya cinta yang diberikan kepada siapapun, apalagi seseorang yang berarti bagi mereka, namun, tetap harus berhati-hati dalam menjaga hati nya yang sensitif, bahkan jangan pernah sampai mengecewakannya karena balasan yang akan diberikan oleh Cancer dapat berakibat buruk dalam jalinan hubungan yang dimiliki.

Beberapa karakteristik dan sifat yang telah dipaparkan berkaitan dengan karakteristik dan sifat Scorpio secara keseluruhan. Beberapa diantaranya yang tidak dimiliki oleh Cancer menjadi faktor pendukung kecocokan kedua zodiak ini. Cancer yang pemalas, ditutupi oleh Scorpio yang gigih dan fokus, serta kekurangan Cancer dari sifatnya yang pendendam, serupa dengan apa yang dimiliki juga oleh Scorpio, sehingga jalinan cinta dan kasih yang didukung oleh usaha dari Cancer dan kegigihan Scorpio akan berjalan tanpa lekang oleh waktu. Kedua zodiak ini sangat pintar dan gemar memainkan cerita untuk kasih dalam jalinan hubungan mereka yang— selalu —dilibatkan dengan drama. Tidak dapat dipungkiri bahwa kedua zodiak ini diprakarsai oleh sifat drama dengan porsi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan zodiak-zodiak lainnya. Drama percintaan yang berimbuh perhatian akan diikuti oleh kecemburuan dan rasa ingin memiliki, namun sisi positif dari keduanya untuk urusan caring, sangat patut untuk ditiru. Kedua zodiak ini akan saling berlomba-lomba memberikan perhatian ke masing-masing pihak, karena secara umum, zodiak-zodiak elemen air ini suka sekali diberikan dan memberikan perhatian dengan tulus, yang menjadikan mereka sangat cocok dan enggan untuk berpisah. Bahkan, untuk hal percintaan drama yang sering dilakukan oleh Cancer dan Scorpio, dapat berimplikasi buruk pada pasangan baru. Mereka tidak akan sungkan berpaling ke orang lama yang dicintainya— jika orang tersebut memohon-mohon untuk kembali menjalin huungan dengannya —dan menjauhkan calon pasangan baru yang didekatinya, selain karena Cancer dan Scorpio berlaku sebagai orang-orang yang mudah ilfeel, mereka adalah orang-orang yang mudah sekali luluh dan gemar memendam rasa cinta kepada orang yang mereka sayangi.

Berkaitan dengan Sex, Cancer cenderung menomor dua kan urusan tersebut, karena sifatnya yang tulus dan lebih menjunjung tinggi nilai kasih sayang dan cinta, mereka lebih banyak memerhatikan masalah yang berhubungan dengan hati, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk urusan Sex. Rata-rata mereka akan melakukan hubungan tersebut jika sudah menemukan hasil observasi yang dilakukannya dan memutuskan untuk mengambil langkah mana yang mereka ingin tuju. Berbeda dengan Scorpio. Zodiak yang bersimbol hewan dengan buntut racun dan capit dua ini diakui sebagai zodiak yang gemar sekali dengan urusan Sex. Even, sex is their priority, first. Dikenal secara umum bahwa Scorpio tidak hanya gemar, namun juga pintar dalam melakoni hal tersebut untuk orang lain, apalagi pacar.

So, you know how to treat Cancer and Scorpio in terms of love and sex? IF the answer is no, then stay tune for another article that will talk about ‘How to handle and approach people by their own zodiac sign.’, and for this Cancer x Scorpio in part II that will talk about a complex issue.

Can We Just Leave Our Past Life?

tumblr_inline_o1xx8ocjtx1scyze1_500

“Damn.. I can’t.” -Libra.

“I told you, I wanted to be friends with you. (means.. couldn’t move on too)” -Aquarius.

“When I am done, it’s done.” -Taurus.

“Yes I can, but I still need that one IF I need something.” -Leo.

“Of course I can’t… if the attachment couldn’t be vanished.” -Cancer.

“I pretty much can do that, if I have a new person :)” -Virgo.

**

Tiga setengah bulan lamanya Ben menjalin hubungan dengan Kifani, begitupun lamanya ia melakukan persaingan ketat secara dingin dengan Ayla, mantan nya. Udara dingin di kala Rabu sore tersebut membuat suasana Ben menjadi semakin dingin dan mencekam dengan pikirannya yang selalu dihantui akan bayang-bayang Ayla— yang tidak dapat dengan mudah luput darinya. Ben yang sedang santai bercengkrama dengan kerabat dekat satu atar kos nya, Hanna Maulina dan Alin Rahayu, tiba-tiba terkejut dengan saut panggilan namanya dari luar kamar. “Ben.. ini aku Ayla.”

Damn.. mau apa dia? Kenapa tiba-tiba datang? Benar firasatku selama ini yang dihantui olehnya.” Pikir Ben dalam hati. Sontak Ben bangun dari duduknya dan berdiri sambil memerhatikan kedua temannya.

“Hah? Sumpah itu Ayla?! Ngapain nyet dia ke sini??” Bisik Hanna pada Ben dan Alin.

“Diemin aja, sumpah Ben lo diemin aja, ngapain lo ladenin lagi sih” Balas Alin geram.

“Gue juga gatau tiba-tiba dia dateng.. males sih tapi gimana dong nyet..”. Tidak ada pilihan lain keculai Ben menanggapi Ayla yang tetap bersikeras menyaut dari balik pintu kamarnya, “Ben, kamu di dalem kan?” Tanya Ayla dengan keras.

Pintu kamarnya pun dibuka dengan ekspresi wajah yang— seolah olah —gembira, secara terpaksa. “Ay? Ngapain kamu kok tiba-tiba kesini ga bilang aku? Eiya kenalin itu Hanna dan Alin” Lantur Ben seraya membuka pintu dan menunjuk kedua temannya tersebut untuk diperkenalkan kepada Ayla.

“Hai, halo Hanna dan Alin..” Jawab Ayla dengan pandangan kosong sambil melambaikan tangannya ke hadapan mereka. “Temenin aku makan malem yuk, sebentar aja” Tanya Ayla dengan tatapan matanya yang penuh dengan keseriusan.

Sontak Ben terkejut dengan ajakannya, ia pun semakin bingung dengan situasi saat itu seraya berfikir perihal ajakan Ayla tersebut. “Ngapain ya? Apa jangan-jangan dia mau ngajak balikan?” Pikir Ben dalam hati seraya berjalan ke arah tempat tidurnya dan mengambil telepon genggam untuk mengecek pesan dari Kifani, ia pun tidak memberikan respon apa-apa akan ajakan Ayla.

“Gimana Ben? Eh gapapa kan gue culik dulu Ben nya Han, Lin?” Tanya Ayla seraya meminta izin kepada kedua temannya.

“Hahaha ya terserah Ben tuh gimana” Jawab Alin dengan ekspresi nyinyir seraya melihat ke arah Hanna. Hanna pun hanya diam seribu bahasa dengan ekspresi kosong, dengan isyarat yang menginformasikan secara tidak langsung bahwa Ben— seharusnya —tidak boleh menanggapi ajakan Ayla. Kedua kerabatnya ini adalah orang-orang yang mengerti Ben secara keseluruhan baik dari gerak-gerik dan perilakunya, karena kondisi mereka yang tinggal satu atap dan bertemu— hampir —setiap hari. Sebagai kerabat dekat sehari-hari nya, Hanna dan Alin— bisa dibilang —memiliki peran penting dalam kisah dan kasih jalinan hubungan Ben dengan siapapun, karena hampir setiap hal baik, buruk, susah maupun senang, keduanya selalu menjadi wadah terbaik Ben sebagai tempat berbagi cerita dan bertanya akan kritik, saran, dan pendapat. Tidak heran jika keadaan saat itu menjadi drama akan kehadiran Ayla, didukung oleh ajakan makan malam secara tiba-tiba tanpa diketahui tujuannya.

tumblr_oh4d886pkl1um12aoo1_500

Hingga sampailah Ben dan Ayla di suatu restoran tak jauh dari rumah kos dan kampusnya. Perilaku Ayla yang berbeda terlihat dari bagaimana ia menyodorkan tempat duduk untuk Ben seraya menatap mata Ben tanpa henti hingga akhirnya ia duduk di tempatnya sendiri berhadapan dengan Ben. Tanpa mengulur waktu, Ayla pun sergap memanggil pelayan restoran dan langsung memesankan makanan favorit Ben “Ternyata dia masih inget apa yang gue akan selalu pesen kalo makan di sini, kenapa deh nih orang kok tiba-tiba aneh?”. Wajah bingung disertai dengan ekspresi dan gerak-gerik gelisah diutarakan Ben secara tidak langsung, berimplikasi pada bagaimana Ayla juga bersikap demikian.

“Kok jadi kaku-kaku gitu sih Ben hahahaha, santai aja sih kan ini kita cuma makan malem doang kaya biasa, karena aku lagi gabut aja di rumah ga ada orang.”

“Lah pacar kamu kemana emang?”

“Nah pacar kamu kemana?” Ayla bertanya dengan candaan, padahal ia tahu bahwa Ben menjalin hubungan jarak jauh dengan Kifani.

“Lah kan kamu tau aku LDR hahaha sepik ya”

“Nah gitu dong, jangan kaku-kaku.. biasa aja kali” Saut Ayla seraya tertawa kecil seolah-olah mengejek Ben.

“Ya abis aku bingung aja, udah sama-sama punya pacar gini, tiba-tiba kamu random ngajak aku ketemu, bahkan ke kosan aku tanpa ngasih tau”

“Ya aku kan emang gitu kan, kamu lupa aku gimana? hahaha”

“Hahaha, yaiya tapi kan, semenjak terakhir ketemu kamu, kayaknya kamu bangga banget tuh mamerin si pacar barunya, walaupun aku biasa aja lol” Jawab Ben dengan nada yang sedikit naik.

“Yee kenapa jadi emosi gitu ngomongnya hahaha, jadi… sebenernya aku pengen ngomong sesuatu sama kamu sambil ya.. catch up aja sama kehidupan kamu gimana sekarang”

“Aku gini-gini aja kok” Senyuman khas yang menjadi daya tariknya Ben untuk Ayla diekspresikan tepat di wajahnya seraya membuka pesan dari Kifani.

“Gimana kamu sama pacar kamu Ben? Baik-baik aja atau sering berantem? Hahaha” Pertanyaan yang dilontarkannya pun sudah mengarah ke hal serius. Sementara Ben, hanya terdiam menutup mulutnya dan sibuk bergelut dengan pesan di telepon genggamnya. Pesan yang dibalasnya pun tidak hanya dari Kifani, tetapi juga pesan yang ia dapat dari Hanna dan Alin dalam grup percakapan mereka di BBM, begitupun Berra. Sontak Ben pun terkejut dengan pesan yang ia dapat sesaat setelah bercengkrama melalui BBM dengan Hanna dan Alin membicarakan perilaku dan keanehan yang dilakukan oleh Ayla kepadanya malam itu.

“Ben, lagi apa kamuh?” Tanya Berra di pesan singkatnya.

Alih-alih sibuk dengan pesan-pesan yang dibalas oleh Ben melalui ponsel nya, Ayla pun geram dengan kebiasaan buruk Ben yang tidak disukainya sedari mereka menjalani hubungannya tempo dulu. “Matiin ah hp kamu, apaan sih orang kita lagi makan bareng gini, kamunya sibuk kaya ga anggep aku ga ada di sini, kebiasaan jelek kamu ga ilang deh Ben” Saut Ayla marah.

“Yakan makanannya juga belom dateng, abis mau ngomongin apalagi kita hahaha”

“Kamu kok jadi kaya ga ngehargain aku gitu ya Ben, udah untung gue ajak lo pergi makan”

“Hah? apa-apaan deh lo jadi marah gini?!” Lantur Ben emosi seraya berdiri dari tempat duduknya.

“Ya aku ajak kamu makan malem tuh emang pengen punya quality time sama kamu lagi aja Ben karena.. jujur aku kangen sama kamu!”

“Lo gila kali ya Ay, gue udah punya pacar! Dan, lo pun juga!” Teriak Ben dengan lantang seraya mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang untuk membayar makanan yang dipesannya, lalu bergegas pergi dari tempat mereka duduk. Ben pun pergi tanpa meninggalkan satu kata pun pada Ayla, suasana kembali terasa mencekam dan panas diantara kedua belah pihak, sehingga Ben pun memutuskan untuk kembali ke rumah kos nya dan tidak akan membiarkan Ayla menghampiri nya dengan langsung berlari ke keluar restoran. Ayla pun terdiam, kesal, dibarengi dengan perasaan gundah pada keadaan dan dirinya saat itu. Pesan pun tidak tersirat dan tersurat melalui media apapun, keadaan mereka pun semakin buruk.

Sesampainya Ben di kamar kos nya, Hanna dan Alin pun dengan santai hanya tertawa seraya melempari bantal dan guling ke arahnya akan situasi yang baru saja terjadi padanya. “Udah gue bilangin kan gausah diladenin, lo batu sih jadi anak, gue ngerti elu Ben, elu ga akan bisa deh berhubungan baik sama mantan gitu hadeeeuh…” Lontar Alin dengan tawa kecilnya, demikian juga Hanna yang setuju akan pernyataan Alin.

“Kesel banget gue sumpah, dia pake komentar karena gue sibuk sama hp gue, padahal ya emang gue lagi chat-chat an sm Kifani nyet, daripada gue ketauan” Jawab Ben geram sambil menahan amarahnya.

“Makanya jadi orang tuh setia dong kaya gue, kalo udah satu ya satu, biarpun ada itu mantan dateng walaupun putusnya baik-baik, gue ga akan pernah nge-iya in ajakannya untuk pergi, kecuali emang gue lagi dalam keadaan berantem sama pacar gue hahahaha” Jawab Hanna melanjutkan pembicaraan.

“Tapi emang gini deh nyet, gue bingung kadang sama keadaan, giliran gue udah punya pacar, ada aja gitu yang dateng ke hidup gue buat kontek-kontekan, apalagi mantan” Sontak Ben pun teringat akan pesan Berra yang diterimanya dan lupa untuk dibalas seraya melanturkan curahan hati nya kepada kedua kerabatnya di malam itu. Dengan sigap ia pun membalas pesan Berra secara singkat sambil balik bertanya.

“Ini lagi nyet, adalagi Berra yang waktu sebelum gue sama Ayla pernah gue deketin, inget ga?” Tanya Ben dengan ekspresi meyakinkan kepada Hanna dan Alin seraya meyodorkan pesan Berra kepada mereka berdua.

“Emang dasar nya aja lo gatel sih, semua diladenin, gausah di read lah apalagi bales kalo buat yang gitu-gituan sih! Gatau ah terserah lo Ben, pusing gue” Jawab Hanna. Alin pun hanya mengangguk setuju dengan jawaban yang dilontarkan Hanna tersebut.

“Hahaha ga gatel nyet, yaaa itung-itung berhubungan baik aja yagasih?” Saut Ben menyangkal seraya sibuk berbalas-balasan pesan dengan Berra dan Kifani.

2674b7db13117da0d7b1bfdf6576805e4631da56_1487326094

Di hari Jum’at siang, kembali Hanna, Alin, dan Ben berkumpul dan bercengkrama di kamar  kos milik Hanna, dengan perasaan excited yang dimiliki Ben karena menunggu kehadiran Kifani ke rumah kos nya untuk bertemu dan menginap. Ia menceritakan hal tersebut kepada Hanna dan Alin, demikian mereka pun menunggu kehadiran Kifani untuk melihat secara langsung bagaimana rupa dan bentuk fisiknya yang membuat Ben tergila-gila. Diintipnya pagar melalui jendela kamar Hanna dari lantai atas yang tepat mengarah ke arah pagar, dan masuklah Kifani ke dalam rumah kos tersebut. “Eh Kifani udah dateng, bye everyone hahahaha” Saut Ben seraya bergegas pergi keluar kamar Hanna dan menyambut Kifani di bawah.

“Na sumpah yuk kita sepik nunggu di balkon samping kamar lo, mau liat gue, pura-pura bego aja hahahaha” Ajak Alin dengan antusias.

“Yuk mbalin, gue juga penasaran hahahaha kek apasih bocah nya” Jawab Hanna setuju. Mereka pun bergegas berpura-pura sedang melihat ke arah luar rumah kos mereka melalui balkon.

Sontak akupun terkaget dengan keberadaan mereka di balkon yang jaraknya tidak jauh dari kamar kos Ben, walaupun ia pun mengerti maksud dan tujuan teman-temannya itu untuk apa. Ia pun langsung masuk ke dalam kamar tanpa mempersilakan Kifani untuk berkenalan dengan Hanna dan Alin. Sontak Kifani pun sadar dan bertanya, “Itu sahabat kamu yang setiap hari sama kamu bukan sih di kosan, si Hanna sama Alin kan? Kok diem awkward gitu dan ga ngenalin aku ke mereka? Haha” Tanya Kifani.

“Hahaha iya sengaja aku, mereka juga sengaja itu diem di balkon karena emang pengen ngeliat kamu… Na, Lin, kenalin.. ini Kifani” Saut Ben dari dalam kamar kos nya seraya menarik Kifani ke arah Balkon untuk dikenalkan kepada Hanna dan Alin.

“Halo.. oh jadi ini Ben hahahaha okeee” Saut Alin dengan lanturan ceplas-ceplos nya seperti biasa, sementara Hanna hanya tersenyum seraya menjabat tangannya dengan Kifani.

Beberapa menit setelah mereka kembali ke kamar masing-masing, Kifani dengan sergap memeluk Ben dari belakang, melampiaskan rasa kangennya yang selama ini dipendam. Udara panas di hari Jum’at pun terasa dingin dengan kemesraan yang mereka lakukan. Hingga sampailah pada keadaan Kifani memergoki layar ponsel Ben dan mendapati pesan singkat yang dikirimkan oleh Berra, dan Ayla.

“Ben, pergi sama aku yuk malem ini” Tanya Berra melalui Line. Demikian Ayla melalui pesan singkat BBM, “Gila ya kamu main pergi gitu aja rabu malam kemarin, bener-bener kamu kaya gapunya hati Ben.” Pesan Ayla. Sontak Kifani pun terbangun dari tidurnya dan menjauhi Ben dengan penuh tatapan kesal.

“Kamu bener-bener gabisa lepas dari mantan ya Ben? Dan, bahkan sampai Berra pun muncul, hahaha oke kalo gitu :)” Jawab Kifani dengan senyuman pahit.

Ben pun terdiam di tempat duduknya seraya memeluk guling dan tidak melontarkan sepatah kata pun… demikian ia terdiam tidak dapat melakukan apa-apa kecuali menggeram kesal akan keadaan yang mencekik dirinya.

**

Why couldn’t we just leave all the things in our past life? Pertanyaan yang sulit untuk dilepaskan hampir oleh setiap orang di dunia ini, selayaknya dihantui, mereka tidak dapat dengan mudah lepas dari kenyataan akan masa lalu yang hinggap tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pernyataan yang tepat dituju— terutama —untuk zodiak-zodiak seperti Libra, Aquarius, Cancer, dan Leo, juga Cancer. Mereka adalah zodiak-zodiak yang gemar bergelut dengan drama, namun tidak untuk Leo dan Virgo. Dilihat dari cerita di atas, Ben, sebagai Libra, tidak dapat lepas dengan masa lalu nya, baik itu berkesan, baik atau buruk keadaan itu. Demikian pula dengan Aquarius, terlihat dari bagaimana Ben menanggapi Ayla, padahal mereka sudah saling tahu bahwa hubungan mereka tidak lagi terjalin. Karakteristik dan sifat buruk Libra sangat menonjol di keadaan ini, it’s like they still want to get attached with the past life. Mereka yang kritis sangat mudah untuk luluh dengan momen-momen yang dimilikinya dengan mantan, atau bahkan siapapun.

Keadaan seperti ini berakibat buruk pada dirinya, walaupun mereka menyatakan diri mereka sebagai seseorang yangeasy-going dan flexible, tetap perasaan nya tidak dapat berbohong. Sementara Aquarius, tidak dapat luput dari masa lalu nya kepada orang yang menurutnya berarti dan cocok dari segi apapun, terutama kenyamanan, apapun hal yang ia bisa usahakan walaupun sudah memiliki pasangan baru, akan dilakukan olehnya untuk bisa merebut hatinya kembali. Aquarius yang bersifat egois, tidak sungkan untuk memaksakan kehendaknya agar bisa kembali mejalin hubungan dengan seseorang yang ia sangat sayangi, begitupun dengan Libra.

Berbeda dengan Leo dan Virgo. Karakteristik dan sifat mereka yang cenderung prinsipal dan komit, tidak akan terlalu menghiraukan masa lalu nya jika mereka sudah memiliki pasangan baru. Teruntuk Leo, mereka akan memanfaatkan orang-orang yang ada di masa lalu nya untuk keperluan pribadinya, apalagi jika mereka sudah menetapkan hati serta pikiran egois nya kepada seseorang tersebut sebagai ‘The one whom I really enjoy to be with, and the one whom I know that he/she loves me that much’, dengan jahat mereka akan mengandalkan keadaan tersebut untuk menarik hati mantan-mantannya hanya untuk keperluan, atau bahkan kepuasaannya sesaat. 

Sementara Virgo, pribadi yang berkarakter keras kepala, bisa dapat dengan mudah melepaskan masa lalunya, koneksi yang terjalin pun bahkan bisa dihilangkan secara sepihak, didukung oleh karakteristik dan sifat pribadinya yang angkuh serta bergengsi besar. Begitu pula dengan Taurus, walaupun dasar sifat mereka adalah orang-orang yang lemah akan rayuan dan kasih sayang tulus. Justru karena dua faktor terakhir itulah yang menjadikan mereka setia terhadap pasangan barunya dan melepaskan masa lalu dengan mudah. For Virgo and Taurus, “If you want to play that game, sure I can do that either”, karena secara umum, kedua zodiak tersebut adalah pribadi yang, jika dikecewakan, mereka akan kecewa dan menutup hatinya secara tegas.

Lain hal dengan Cancer, pribadi yang berkarakteristik lemah ini akan cenderung berusaha untuk masa lalu, mereka tidak akan pernah mudah melepaskan masa lalunya. Sifatnya yang mudah luluh dan tulus menjadikan pribadinya gemar disakiti oleh seseorang di masa lalunya, apalagi keadaan baik yang dimilikinya. Jika dalam keadaan desperate dan sudah memantapkan hatinya untuk seseorang di masa lalunya— yang mereka tidak bisa lepas —mereka tidak akan sungkan untuk menurunkan gengsi dan harga dirinya untuk kembali menghubungi orang tesebut, it’s like, past life is equel with their present.

((STAY TUNED FOR ANOTHER STORY))

SAGITTARIUS X SAGITTARIUS

sagittarius

“Hey, dare to talk and explore?” 

“Yes, sure. Let’s go!”

**

The most arrogant sign among of all. Pernyataan pas yang patut disanjung kepada Sagittarius, yang dinobatkan sebagai zodiak “termahal”, dan disampaikan melalui pendapat dari beberapa narasumber, terutama mereka yang memiliki pengalaman, baik manis maupun pahit dengan mereka. Jika kalian gemar bertualang dan mencoba— apapun —hal baru, zodiak ini adalah pilihan yang tepat.

Diprakarsai oleh simbol mahluk kuno setengah manusia yang sedang memanah, dan bertubuh kuda, karakteristik dan sifat khusus nan unik dimiliki oleh rasi bintang dalam zodiak ini, bahkan hampir tidak dimiliki oleh zodiak-zodiak lain dalam runut astrologi. Mahluk ini memiliki dua nama yang berbeda yaitu Centaur dan Chyron, dipatenkan dari jenis Centaurus yang sedemikian dibagi menjadi dua nama dispesilisasi dari dua sisi yang berbeda, yaitu baik dan buruk. Centaurus adalah lawan dari sifat baik Chyron, mereka dibenci oleh para dewa dan manusia, sementara Chyron adalah karakter lain yang bertolak belakang dengan karakter utama, mereka sangat digemari oleh para dewa dan manusia. Pernyataan akan karakteristik dan sifat dari Sagittarius yang khusus nan unik, terbukti dari bagaimana dua sisi tersebut terbagi berdasarkan kategorinya, sehingga tidak heran jika orang-orang berzodiak ini— sedikit —aneh, dan tentunya arrogant. Mereka unik.

Sisi baik dari Sagittarius adalah rasa pecaya dirinya yang begitu besar, mereka memiliki power atau “kekuatan” untuk menaklukan apapun hingga mereka selalu terdepan, kasarnya mereka adalah orang-orang yang tidak akan pernah mau kalah. Bersimpul pada kekuatan tersebut, Sagittarius selalu menjadi zodiak yang ambisius, bahkan kecenderungannya yang bersifat ambisius berimplikasi pada karakter pribadinya yang egois, sangat egois. Namun, sisi baik dari egoismenya yang lebih berdampak pada kesuksesan yang selalu diraihnya, tanpa “cacat”.

Karakternya yang “dingin” membuat tampilan Cool dari impresi luar saat pertama kali berkenalan, walaupun sebenarnya, mereka adalah orang-orang yang easy-going dan friendly. Trik mereka untuk bungkam seribu bahasa bukan karena impresi sombong yang muncul dari dirinya, melainkan mereka sedang menilai apakah orang baru yang berkenalan dengan dirinya layak untuk ditegur kemudian hari, atau bahkan dijadikan kerabat untuk tahap selanjutnya. Tentunya, penilaian tyang dilkakukan oleh mereka idak akan berstandar hanya dari sisi bonafitnya orang tersebut, melainkan persaingan akan harkat, martabat, dan keunggulan yang mereka miliki jika dibandingkan dengan orang baru tersebut. Mereka gemar melakukan persaingan secara gerilya, dengan kata lain, “pertunjukan” kesuksesan dan apa yang mereka raih akan dilakukan secara implisit dan perlahan, bukan tipikal orang yang show off melalui lisan, namun perbuatan.

Selain ambisius, mereka juga kerap disanjung sebagai orang yang gigih, apalagi untuk hal yang ingin dicapainya. Mereka rela melakukan apapun untuk menggapai apa yang mereka mau, termasuk dalam hal percintaan, disertai dengan gengsi berkadar tinggi dan sanjungan akan harga diri, juga martabatnya yang unggul— menurut mereka. Dan, berkaitan dengan sisi buruknya Sagittarius, kegigihan yang mereka usahakan— kebanyakan —bersifat sementara, dengan kata lain mereka adalah satu-satunya zodiak yang cepat merasa bosan, apalagi jika rasa penasaran mereka sudah terpenuhi secara keseluruhan.

Pemaparan singkat dari karakteristik dan sifat Sagittarius secara general di atas terimplementasi akan kecocokan hubungan yang selaras dan senada dengan apa yang mereka jalin dengan zodiak yang sama pula. Kerap kali disinggung secara signifikan bahwa, compatibility diantara dua zodiak yang sama akan berlangsung dingin dan— mostly —sebentar, bergantung pada dasar utama akan proses pendewasaan yang dicapai oleh masing-masing pihak. Pernyataan karakter dan sifat mereka yang disinggung sebagai sisi buruk dari zodiak mereka, dapat terjalin sebagai persaingan untuk adu pertahanan. Mereka— secara tidak langsung —akan bercermin akan diri mereka sendiri, dan mengetahui secara jelas baik lisan atau perilaku yang akan dilakukan sebelum dan/atau sesudah nya. Dengan gemar mereka akan menjalin hubungan tersebut dengan landasan “Game” tarik dan ulur yang tidak akan ada akhirnya, bahkan itulah yang digemari mereka; hal baru dan petualangan akan cinta dan kasih yang dijalin. Mereka dengan cepat akan bosan dan merasa “gitu-gitu aja” jika pasangannya monoton.

Didukung oleh karakteristik dan sifatnya yang gemar mengeksplorasi, kecocokan akan terjalin lama saat mereka dengan cermat memainkan “game” tersebut. Dengan lihai mereka akan menutup apapun yang bersifat konfidensial di masing-masing pihak, sehingga rasa penasaran dan tantangan akan selalu muncul dalam pribadi mereka di jalinan kasih pasangan sesama zodiak ini. Mereka paham bagaimana cara meredam gengsi, egois, amarah, serta cara untuk menaklukan hati pasangannya tersebut, sehingga hubungan akan lekang tanpa batas. Pasangan Sagittarius adalah orang-orang yang terbuka atau open-minded. Mereka sangat mengapresiasi komunikasi tanpa batasan, terutama karena mereka adalah orang-orang yang— sebenarnya —sulit untuk memantapkan komitmen jangka panjang, disebabkan oleh karakternya yang mudah bosan, sehingga apapun yang berkaitan dengan hubungan dan jalinan cerita dengan Sagittarius harus selalu dilandaskan dengan komunikasi dan “game” tersebut.

(STAY TUNED FOR PART 2, THE COMPLEXITY OF SAGITTARIUS X SAGITTARIUS IN LOVE)

A Competition of Love

1e632e657754eb6ee7248aff8c9dce3b

“Hey, I like you Taurus.. (But, how’s my Aquarius been doing?)” -Libra.

“I got new person, then bye past life… a while.” -Aquarius.

“Yes, I am comfortable with you, please stay.” -Taurus.

“I really like you, really.” -Gemini.

**

Keragaman akan karakteristik dan sifat dari masing-masing zodiak menjadi salah satu faktor penentu apakah seseorang tulus, galau, atau merasa senang dengan apa yang dijalaninya,. Dapat dikatakan bahwa, 70% dari hal tersebut memengaruhi secara general, sisanya yang 30% merupakan kandungan yang meliputi faktor lingkungan dan kadar dewasa nya seseorang. Keadaan seseorang di segala situasi dan kondisi— terutama setelah putus —berhubungan dengan bagaimana implementasi di dunia nyata akan tindakan yang dilakukan setelahnya.

“Ben lo gila sih putus kerna ada orang ketiga gitu, sumpah sakit ah, ga baik-baik dong sekarang hubungannya?” Tanya Chika dengan emosi, “Ya walaupun, ga heran sih, pengalaman lo sebelum yang hubungan terakhir ini sm Ayla, lo juga liar hahahaha”. Lanjut Chika dalam percakapannya dengan Ben, Margie, dan Wulandari di Union Plaza Senayan.

“Ya gak liar juga lah gila, bisa dibilang kan gue ga selingkuh Chik, emang karena hubungan gue lagi renggang dan ga ada kejelasan, gue consider aja putus dan yaudah deh.. ada pula yang bikin gue suka, bukan salah gue dong..” Jawab Ben menyangkal.

“Gatau ah, terserah lo..”

“Hahaha. Soalnya gue suka banget ini sama si Kifani, bener-bener tipe gue banget huhuhu, gue harus gimana dong ya, ini si Ayla pun juga kayaknya udah ada yang baru, gue kepo lewat temen kampus gue yang selalu bareng sama dia.”

Margie dan Wulandari pun sibuk memainkan ponsel nya seraya mendengarkan seribu alasan Ben untuk pembenarannya, sementara Chika melanjutkan percakapan dengan mengganti topik lain di hari Sabtu sore tersebut. Seketika Ben pun mengerenyit gundah dengan kritik yang dilontarkan oleh sahabat-sahabatnya itu, “Apa bener ya karena salah gue? ga juga sih, ya Ayla nya juga yang brengsek.” Pikir Ben dalam hatinya.

Ben tampak tidak memikirkan kesalahannya sama sekali, ia pun selalu hampir tidak lepas dari ponsel nya untuk secara sigap membalas pesan-pesan Kifani di setiap waktu nya sambil bercengkrama dan bersenda gurau dengan ketiga teman dekatnya tersebut, pembahasan akan topik dimulai dari kritik dan pendapat mereka tentang permasalahan cinta dari kisah Ben dan Ayla, masalah perkuliahan mereka, hingga topik bahasan dari masing-masing cerita cinta dengan pasangannya.

“Emang dia zodiaknya apa Ben?” Tanya Wulandari santai.

“Apaan kenapa jadi zodiak deh lo” Saut Margie memotong pembicaraan.

“Hah? Gue belom tau sih, tapi yang jelas lahirnya bulan Mei kalo ga salah inget Lan, jangan bilang kalo lo concern soal zodiak gitu deh?”

“Hahaha, ga percaya 100% banget sih, tapi kadang seru gitu deh kenal orang berdasarkan karakteristik dan sifat nya, yang walaupun kita tau, emang ga semua orang yang berzodiak sama bakalan serupa sifatnya, but at least, they fit it generally.”

Hmmm, lucu sih, kalo Mei berarti zodiaknya Taurus kan yah, sama kaya lo dong Lan, fix berarti gue akan selalu curhat dan nanya sama lo hahahaha” Saut Ben dengan antusias.

“Duh… salah deh gue bilang begini”

“Mampus hahahaha” Sambung Margie di tengah-tengah helaan nafas Wulandari seraya melihat mata Chika dan dirinya.

Ben pun menanggapinya dengan serius, namun tidak putus perhatian dari layar ponsel yang slelua dilihatnya setiap dua menit sekali. Ia pun hanya tertawa setelah mendengar komentar dari ketiga teman-temannya perihal masalah per-zodiakannya dengan Kifani, menyembunyikan rasa bersalah yang disangkal nya selama ini terkait isu putusnya dengan Ayla.

**

Taurus, adalah zodiak paling keras kepala dan tidak mau terlibat dalam kerumitan , apalagi prahara, begitupun dengan Leo yang sangat menjauhkan isu drama di dalam situasi dan kondisi apapun, apalagi jika menyangkut masalah percintaan, baik untuk dirinya maupun kisah kerabatnya, sementara Gemini, akan selalu mengusut masalah yang dimilikinya— atau bahkan masalah orang lain yang ia ingin tahu —sampai tuntas, karena ia adalah salah satu zodiak dengan karakteristik dan sifat yang serupa dengan Libra, sensitif dan drama. 

Permulaan kisah akan penyelusuran cinta Ben yang dikaitkan dengan rasi bintang dimulai dari obrolan santainya dengan Wulandari. Cewek berzodiak Taurus yang sangat kental akan karakteristik dan sifat berdasarkan zodiaknya itu— bisa dibilang —adalah teman baru nya Ben, jika berbicara perihal durasi akan periode pertemanan mereka, terhitung hanya baru satu tahun lamanya mereka menjalin hubungan pertemanan, namun terlihat bak tiga tahun berteman. Dan, seperti itulah jika Libra dan Taurus bertemu, mereka akan saling menghargai hal apapun, terutama hubungan pertemanan, terimplementasi dari proses pertemanan yang dijalin, walaupun baru terhitung sebentar, namun kecocokan mulai terlihat dari bagaimana mereka saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing. 

Taurus adalah salah satu dari 11 zodiak lainnya yang memiliki karakteristik dan sifat unik, selain menjadi zodiak dengan predikat tertinggi perihal kesetiaan dan keras kepala, mereka adalah sosok pribadi yang tepat untuk menjadi tempat curahan hati, sementara Libra, adalah sosok pribadi yang berkarakter lemah dan sensitif, akan selalu mengapresiasi kebaikan melalui tindakannya yang selalu nurut dengan siapapun, in this case, dengan Taurus. Namun, sifat cuek dan “bodo amat” akan hal-hal— yang menurut mereka —tidak penting dapat dengan mudah dihiraukan. Dan, ditutupi dengan keramahan mereka yang bersifat palsu, demi terjalinnya hubungan yang baik dengan siapaun, hanya khusus untuk orang-orang yang tidak begitu berarti bagi mereka, well deep down, Taurus adalah orang-orang yang berkarakter tulus, apalagi soal kasih dan cinta.

Tidak kalah dengan Taurus, Leo yang dominan, terlihat dari penampakan Singa sebagai simbol anjungannya juga memiliki hati yang tulus untuk hal yang berkaitan dengan pertemanan, bahkan percintaan, namun akan selalu dikelilingi dengan gengsi mereka yang di luar batas wajar. Leo yang diam, bukan berarti diam, mereka mengamati dan bertindak dengan empati untuk setiap hal yang menurut mereka berarti, terlihat dari bagaimana Margie menanggapi Ben yang sedang memiliki masalah percintaannya. Berbeda dengan Gemini, karakter nya yang sangat cuek dan acuh membuat relasi akan hubungan pertemanan yang terjalin terlibat akan emosi tanpa perhatian yang tulus, mereka cenederung lebih memikirkan dirinya sendiri dibandingkan orang lain, serupa dengan Libra, that’s why mereka sangat cocok dalam hal pertemanan atau bahkan percintaan. Sifat Gemini yang dominan, akan acuh terhadap masalah yang menurut nya tidak terlalu penting untuk diusut dirinya, apalagi didapat dari orang yang tidak andil banyak di kehidupannya, namun di lain sisi, jika dapat dengan cermat dan pintar merebut dan meluluhkan hati seorang Gemini, maka kekhawatiran akan sifat cuek pun hilang, mereka yang tulus akan setiap lisan yang diucap— bergantung pada mood yang sedang dimilikinya —dapat mempererat hubungan yang terjalin, walau terkadang, karena sifat cueknya yang lebih dari kadar normal, mereka tidak menjadi salah satu kandidat dari sekian banyak nya zodiak yang mendapat predikat sebagai pendengar dan pemberi saran yang baik, untuk orang lain.

**

Keesokan harinya, di siang hari itu, Ben bangun dengan perasaan gembira menyambut kedatangan Kifani ke Jakarta. Dua bulan lamanya mereka menjalin hubungan yang mengarah ke satu titik yang berubah secara signifikan, jika dibandingkan saat pertama kali mereka berkenalan. Perasaan gembira tidak hanya disebabkan oleh Kifani yang segera datang menghampirinya, melainkan karena pernyataan sakral yang dilontarkan oleh Kifani saat mereka bercengkrama melalui facetime seperti biasa.

tumblr_static_tumblr_static_6bforoyhgps0848cko8scgg0w_640

“Ben, lo gimana sih sama gue?” Tanya Kifani gugup seraya fokus pada jawaban yang ditunggunya.

“Hah? Gimana maksunya sih Fan?”

“Iya.. lo gimana ke gue udah selama ini?”

Ben yang tidak cakap dalam mengungkapkan dan mengekspresikan perasaan serta pikirannya, hanya gugup menyeringai tanpa jawaban pasti, “Ya.. gitu Fan” Jawabnya singkat.

“Ya gitu tuh gimana?”

“Gue ga perlu ucap pun kayaknya lo juga udah bisa ngerti dari perialaku gue selama ini ke lo” Jawab Ben dengan malu seraya merasakan gejolak cinta dalam perut dan hatinya. “Sekarang gini deh, lo gimana ke gue?”.

“Lah kok malah balik nanya?”

“Ya kan gue udah secara ga langsung ngutarain perasaan gue gimana ke lo kan hahaha”

“Iya.. gue sayang sama lo” Lontar Kifani dengan jelas dan tegas.

Dan, keadaan pun terasa hangat di malam itu. Ben masih tidak dapat luput dari percakapan semi romantis mereka semalam, sehingga tidak heran jika ia bangun dengan perasaan gembira. Alih-alih menunggu kedatangan Kifani dari Bandung yang sedang dalam perjalanan menuju Jakarta, sontak Ben terkejut dengan pesan yang dikirimkan oleh Margie kepadanya.

“Tuh, lo liat” Dikirimnya pesan melalui BBM oleh Chika dalam grup messanger mereka.

“DEMI APA CHIK?! Yakin kan gue, dia bisa dengan cepet lupain dan ilang rasa sama gue, sampe-sampe dia udah ada yang baru.”

“Ya lo apakabar nyet?!” Saut Margie di dalam grup messanger tersebut dengan kesal. “Lo liat dari mana Chik? Juara lo ya kalo soal kepo, bahkan yang bukan urusan lo aja lo tau kepo hahahaha.”

“Hahaha, gue kepo liat Instagramnya, terus pas di bagian tag people profilenya Ayla, ada yang nge-tag foto romantis gitu, dari cowok namanya Rendi. Kalah sih lo Ben kalo dibandingin secara fisik sama dia, pantes doi gak galau putus sama lo hahahaha” Lantur Chika dengan gurauan agar keadaan tidak terasa mencekam akan berita yang ia temukan.

“Ya, bodo amat deh, gue kan juga udah sama si Taurus HAHA!!” Ben tertawa seraya mengecek sosial medianya, berusaha untuk menemukan bukti otentik keberadaan kisah Ayla dengan jalinan kasih barunya.

Beberapa menit kemudian, Ben dengan gesit mengirimkan pesan yang berhubungan dengan pantauan dan pencarian akan bukti otentiknya tersebut. “SUMPAH BENER DIA SAMPE POST DI PATH NYA!! GILA, MAKSUDNYA MAU PAMER BIAR GUE LIAT?!” Saut Ben dengan penuh amarah dan kepuasan tersendiri akan hal yang ditemuinya.

“Nah kan, terus? lo galau? mau lo apa sih Ben? katanya udah ada yang baru, kenapa lo heboh?” Balas Wulandari dengan santai seraya memojokkan Ben melalui kata-katanya.

Dinamika dalam polemik hubungan percintaan yang terjalin diantara Ben dan Ayla tidak sebatas usainya cerita yang mereka rajut selama hampir 10 bulan tersebut, hingga akhirnya mereka putus, bahkan “kompetisi” untuk menampilkan apa yang mereka “punya” menjadi ajang serius yang dilakukan oleh Ayla. Sementara Ben, tetap berpegang teguh akan prinsip dan komitmennya untuk tidak menyebarluaskan kabar terbaru akan hubungan yang ia jalin saat ini dengan orang lain, selain karena memang ia masih ingin— mungkin —kembali menjalin hubungan dengan Ayla, atau bertahan akan pendiriannya untuk “mencari” sosok lain yang lebih pas.

Sontak Ben langsung menghubungi Ayla melalui SMS. “Selamat yah udah ada yang baru, didoain langgeng :-).” Dikirimnya pesan singkat tersebut tanpa berfikir panjang. Tanpa mengulur waktu beberapa lama, dibalasnya pesan tersebut oleh Ayla secara langsung, tidak seperti biasanya.

“Iya, terima kasih ya Benara :-)” Jawab Ayla dengan serius. Ben pun kesal, sangat kesal dengan keadaan yang menimpanya saat ini, dan memutuskan untuk tidak menghubunginya dan mem-blokir nomor telepon, serta semua akses yang dimilikinya untuk berhubungan dengan Ayla. Hingga beberapa saat kemudian, terdengar ketukan dari balik pintu kamarnya, sontak ia pun berdiri dan bergegas membuka pintu tersebut, alih-alih seraya berjalan menuju pintu, ia pun langsung dengan sigap melupakan kejadian dan rasa gundahnya tersebut, lalu bersikap ceria menyambut kedatangan Kifani.

Dan, masuklah Kifani ke kamar Ben, seraya menutup pintu dan menguncinya, mereka pun berpelukan erat, sangat erat. Beberapa menit kemudian, sesampainya Kifani di tempat tidur Ben sambil meregangkan otot-otot kaki dan pinggangnya, ketukan pun kembali terdengar dari pintu kamar tersebut. Mereka pun bingung dan terdiam sejenak, seraya berfikir siapakah orang lain yang datang menghampiri kamar Ben tanpa ada pesan sebelumnya.

Ben.. Buka dong pintunya, kebelet nih mau numpang pipis.” Teriak Wulandari dari balik pintu kamar kosannya. Ternyata, itu adalah Wulandari yang sedang mampir ke kosan Ben untuk menumpang ke kamar kecil.

Syukurlah, kukira siapa. Pikir Ben. Ia pun bergegas membukakan pintu dan mempersilakan Wulandari untuk masuk dan menggunakan kamar kecilnya untuk buang air kecil, sontak Ben pun memperkenalkan Kifani ke Wulandari. Selang beberapa menit saat Wulandari kembali menghampiri pacarnya, Bibiw, ia pun secara langsung mengirimkan pesan heboh perihal pertemuan dan perkenalan kali pertamanya dengan Kifani ke grup chat-nya dengan Ben, Margie, dan Chika, “Biasa aja ah ternyata Kifani, tapi ya… gabisa komen sih, itu emang tipenya Ben, ya sudahlah, sukses.” Lantur Wulandari ketus.

“Alah emang dianya aja yang brengsek Lan, udah lah kita denger aja nanti dia galau.” Balas Chika geram. Sementara Margie diam seperti biasanya.

Siang pun berganti malam, dan panas bara Matahari pun redam akan dinginnya malam saat itu. Bergegas lah Ben mengajak Kifani pergi keluar untuk mencari makan malam di suatu restoran sederhana berlokasi di dekat kosan nya. Sesampainya di restoran, ia langsung menghampiri meja di sudut pojok tempat tersebut seraya memanggil pelayan untuk memesan dan melihat keadaan sekitar, hingga pandangannya jelas tertuju pada orang yang ia kenal selama 10 bulan lamanya, Ayla. Ia datang dengan sengaja menghampiri Ben, dan tidak sendiri, ia pun ditemani oleh kekasih barunya.

“What a coincidence, I knew you were gonna be here” Saut Ayla dengan nyinyir. Ben, kenalin, ini Rendi.” Lanjut Ayla seraya mengulurkan tangan Rendi ke hadapan Ben seraya melirik ke arah Kifani yang sedang duduk memerhatikan tingkah laku mereka yang kaku.

“Oh.. jadi itu mantan lo, cie…” Saut Kifani sesaat setelah Ayla meninggalkan meja mereka.

**

2674b7db13117da0d7b1bfdf6576805e4631da56_1487326094

Secara umum, kisah percintaan suatu pasangan tidak akan dengan mudah lepas dari drama, terutama untuk kasus Aquarius dan Libra, mereka akan dengan sengit mempertaruhkan harga diri dan gengsinya untuk “bertarung” di dalam perang dinginnya tersebut. Kerap kali dinyatakan sebagai Kompetisi atau Persaingan Antar Mantan. Aquarius, adalah sosok pribadi yang berkarakter kompetitif, mereka sangat gemar akan pertarungan dan menonjolkan kekuatan mereka untuk menang, apalagi dalam hal percintaan dengan mantan. Sifat dasarnya yang “suka pamer”, terlihat jelas dari bagaimana Ayla dengan sengaja mempublikasi informasi yang berkaitan dengan keadaannya saat itu, sementara Libra, adalah sosok pribadi dengan karakteristik dan sifat yang tidak suka dengan konflik, mereka akan dengan sengaja meninggalkan, serta menghiraukan hal-hal yang— menurutnya —berbuah persaingan dan permasalahan. 

Cukup terkenal akan karakter dan sifat dasar Aquarius yang acuh serta mudah pindah ke lain hati— jika mereka sudah merasa cukup dengan orang tersebut —namun, hanya bersifat sementara, selebihnya tergantung keadaan pasangan barunya, apakah sesuai dengan ekspektasi si Aquarius atau tidak, apakah tetap membuat nyaman dan cocok dalam hal apapun atau tidak. Jika tidak, akan terdapat dua kemungkinan besar, kembali ke mantan yang ia sudah tetapkan sebagai seseorang yang sangat disayanginya, atau mencari orang baru lainnya. Libra, sosok zodiak yang berkarakter lebih cuek dibandingkan Aquarius, dengan sesaat dan sementara, mereka akan fokus untuk melupakan mantan yang telah putus hubungan dengannya, namun tetap sementara pula. Sifat “nakal” nya yang genit, dapat berakibat buruk, baik untuk hubungan baru yang dijalinnya, atau merambah ke orang lain. 

Serupa dengan Aquarius, namun berbeda dari segi gengsi dan harga diri. Libra akan selalu meminta saran dan pendapat ke kerabat-kerabat yang mereka percayai, bahkan akan selalu menceritakan kejadian-kejadian, serta hal-hal yang menyangkut drama cinta dan kisahnya, demikian Margie, Wulandari, dan Chika selaku sahabat dan kerabat dekatnya, turut andil memberikan saran, komentar, dan kritik, serta pendapat baik atau jelek. Berbeda kepala, maka berbeda pula cara mereka berfikir, apalagi karakteristik dan sifat berdasarkan zodiaknya. 

Margie yang berzodiak Leo akan selalu berperilaku sebagai pendengar yang baik, namun bergengsi besar untuk menanggapi dan memberikan saran, ia akan cenderung diam seraya memantau dari kejauhan, namun selalu setia terhadap masalah yang dihadapi kerabatnya dengan menemaninya, walaupun menghiraukan drama. Dan, Wulandari dengan kesetiaan dan tulus hati walaupun— terkadang — palsu, berzodiak Taurus, dengan cermat memberikan saran yang baik untuk kerabatnya, perhatian lebih akan selalu diberikan oleh orang yang berarti baginya, terlihat dari bagaimana ia bersikap tehadap Ben. Sementara Chika, pribadi cuek yang berzodiak Gemini, senantiasa mendukung seraya mengkritik Ben yang cenderung brengsek, dalam menjalani hubungannya. Sikapnya yang ekspresif selalu mendorong kerabatnya untuk mengintrospeksi diri— walaupun dirinya tidak terintrospeksi dengan baik —namun, karakter dasar nya yang lugas dan ekspresif, membuat apa yang dilontarkannya terdengar benar, tanpa dibuat-buat.

((STAY TUNED FOR THE NEXT EPISODE!!!))

Courtesy of Picts: Pinterest.

LEO X LIBRA

tumblr_inline_oe9xahehnr1rib5xn_540

“Hey, how are you?” – Libra.

“Fine” -Leo.

**

Hate and love relationship, merupakan ungkapan yang pas untuk menggambarkan bagaimana compatibility diantara kedua zodiak dari masing-masing elemen ini bersatu dalam hubungan percintaan. Kemiripan dari karakteristik dan sifat mereka yang bernaung dalam teori cross-matched yang sempat dibahas di artikel tambahan bagian awal, melahirkan suatu chemistry yang bisa diungkapkan melalui bagaimana kecocokan mereka perihal pertemanan, atau bahkan percintaan. Kecocokan dilandasdasarkan dari masing-masing elemen yang saling memiliki kesinambungan diantaranya, yaitu Elemen Api dan Udara, dianalogikan seperti api yang tidak akan bisa muncul jika tidak ada andil udara sebagai penunjang bara apinya untuk berkobar, begitupun Leo pada Libra, dan sebaliknya.

Masing-masing zodiak memiliki “keunggulan” nya sendiri, it’s like they have their own signature to show up and differentiate them by piece of characteristics and traits among each and other sign. Sehingga, apa yang dilakukan, diungkapkan secara lisan maupun ekspresi, dapat— memiliki kemungkinan lebih —berbeda pula satu dengan yang lainnya.

Leo, merupakan zodiak yang memiliki predikat sebagai bintang dengan kadar gengsi tertinggi dibandingkan dengan ke-11 zodiak lainnya dalam runut rasi bintang. Power atau “Kekuatan” yang mereka— anggap —miliki menjadi pedoman utama untuk menjunjung egoisme serta gengsi nya.

“I Love Myself”. Sebuah pernyataan yang hampir semua Leo junjung. Mencerminkan bagaimana ia akan bersikap terhadap dunia nya, demikian pula untuk hal percintaannya.

Sementara Libra, merupakan zodiak yang memiliki predikat sebagai bintang ter-genit ini, memiliki karisma yang dapat memberikan rasa lebih dari segi kenyamanan untuk orang lain yang berhubungan dengannya. Mereka mengerti dan paham bagaimana cara menggoda orang dan membuat lawan pasangannya luluh kepadanya.

“The Best Teaser”. Merupakan pernyataan yang sangat pas dengan perilaku dari karakteristik dan sifat seorang Libra, baik untuk ranah pertemanan, maupun percintaan.

Leo adalah Libra, dan begitu sebaliknya. Kecocokan diantara keduanya akan muncul dan terbentuk secara natural dengan alur yang tidak akan terlihat memaksa, kelebihan Libra untuk dapat membuat Leo merasa nyaman patut diacungkan jempol, selain memang karena hal tersebut, didukung pula oleh pribadi Leo yang “well-maintained” terhadap “fans” nya, membuat mereka memberikan perhatian lebih akan apa yang dilakukan oleh Libra, terutama menanggapi nya— terkadang, dengan tidak serius. Layaknya api dan udara secara general, begitupun Leo dan Libra jika bertemu dan saling memiliki ketertarikan lebih antara keduanya, terutama Leo. Mereka cenderung akan membara bak api yang sedang berkobar untuk mendapatkan apa yang dia mau, sementara Libra akan tetap dengan cermat mengatur bagaimana alur yang tepat untuk menarik hati sang Leo tersebut di bagian awal, biasanya dengan membangun percakapan serius, candaan, atau bahkan mengeksplorasi apa yang menjadi kegemaran kedua belah pihak.

Karakteristik dan sifat Libra yang talk-active— sometimes —menjadi daya tarik khusus yang diambil oleh Leo, karena rata-rata, orang yang memiliki zodiak Leo, cenderung lebih memerhatikan kenyamanan, “coolness”, intelegensi disertai dengan bibit dan bebet, serta peluang dalam keadaan dan situasi apapun untuk dibawa ke jenjang yang lebih serius oleh Leo, dibandingkan masalah fisik dan materi. Perhatian Libra yang— pasti akan selalu —diberikan untuk Leo— jika mereka tertarik dengan orangnya —akan menjadi poin utama bagaimana Leo menyikapi permainan yang dilakukan oleh si lawan, karena Leo gemar sekali diperhatikan, namun tetap dalam batas wajar, tidak berlebih yang berujung ke posesifitas. Permainan tersebut, kerap sekali dilakukan oleh zodiak-zodiak lainnya, tidak hanya Leo dan Libra, yaitu Tarik Ulur.  Leo yang selalu menjunjung harkat dan martabat dirinya, disertai dengan gengsi yang terukur lebih dari batas wajar, akan dengan congkak diam namun memerhatikan gerak-gerik Libra dari segala macam peluang dan kesempatan, kaitannya dengan permainan Tarik Ulur tersebut, adalah situasi saat Libra yang sangat cuek, dan tidak dapat dikekang, tidak menanggapi Leo dengan pehatian lebih, beranalogikan layaknya udara yang pergi bebas tanpa menghiraukan si Api. Cara tersebut dapat dengan ampuh membuat seorang Leo— yang sedang tertarik dengan Libra —tergila-gila.

Kesinambungan dari hal-hal yang menjadi faktor terjalinnya hubungan antara Leo dan Libra, secara akurat terlihat dari kesamaan mereka akan karakteristik dan sifatnya yang easy-going dan friendly, serta open-minded. Mereka akan— semacam —bercermin, walaupun dibatasi kadar gengsi yang dimiliki masing-masing pihak. Kedua zodiak tersebut akan dengan seru bercengkrama, membicarakan topik dan bahasan apapun tanpa ada keadaan diam yang disengaja untuk berfikir apa yang ingin dibahas berikutnya, it’s like, they have some kind of attachment that couldn’t be explained. Mereka akan dengan cepat merasa akrab yang berbuah kenyamanan, sehingga timbul rasa ketertarikan lebih seraya niat mereka untuk lanjut berhubungan, tanpa kejelasan untuk serius atau hanya main-main. Berbicara terkait hal Pendekatan (PDKT), sebenarnya Libra adalah zodiak yang berprinsip dan komitmen paten untuk bisa berhubungan monogami, dengan keadaan jelas bahwa mereka sangat suka dan sayang dengan si pasangannya, sedikit berbeda dengan Leo perihal isu ini. Leo— terkadang —sulit berkomitmen untuk bisa sepenuhnya memberikan hati ke satu orang saja, sifatnya yang sangat “picky” dapat berakibat buruk pada Libra yang ambisius dan obses yang berujung drama, bahkan hal tersebutlah yang dapat membuat Leo menjauh dari Libra.

Patut diacungkan jempol untuk Leo akan kemampuannya memainkan alur dan keadaan agar Libra tertarik padanya, kemudian tanpa alasan dan kejelasan, mereka pergi meninggalkan Libra. Saat Libra sudah obses dan tergila-gila, mereka tidak segan untuk menurunkan harga dirinya demi mendapatkan apa yang mereka mau, sementara Leo akan dengan pasti mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi, bahkan congkak. Namun, keadaan dapat seketika berubah pada Leo, jika Libra pergi menghilang dari hubungan diantaranya, kecenderungan Leo untuk merebut kembali hatinya akan jelas terlihat dari implementasi perbuatannya yang sewaktu-waktu— secara random —menghubungi Libra, hanya untuk memenuhi keinginan atau bahkan “kepuasannya” secara sesaat, sangat dominan.

16e7bf4fb6925cdbcaaa0c63522713f7

**STAY TUNED FOR MORE LEO X LIBRA**

Break Up, Do We Need Drama?

maxresdefault

“Look at me, listen to me, please…. I… don’t wanna break up…” -Libra.

“For what?” -Aquarius.

“Please dude, don’t be so… drama.” -Taurus.

**

Bulan Mei tahun 2013 ini didaulat oleh Ben dan Ayla sebagai sesi pancaroba dari musim panas, tidak hanya panas untuk temperatur, namun juga keadaan diantara mereka dalam hubungan percintaannya yang telah berlangsung selama sembilan bulan lamanya. Selama itu pula sejak bertengkar hingga sekarang, mereka tidak berkomunikasi secara intens disebabkan oleh amarah dan egoisme, serta gengsi yang mereka miliki, sehingga kata maaf pun tidak menjadi materi utama yang mereka anjung untuk menyelesaikan prahara yang terjadi diantara hubungan mereka.

Damn that was good” Kata Kifani di malam yang sunyi tersebut, sambil memakai pakaiannya di rumah kosongnya yang bertempat di Antapani, Bandung. Renggangnya hubungan Ben dan Ayla, menyebabkan semakin eratnya hubungan Ben dengan Kifani. Mojang Bandung yang menjadi penyebab utama prahara yang dialami oleh mereka ini, menyatakan ketertarikannya tidak melalui lisan, melainkan hubungan yang dijalaninya dengan tulus hingga akhirnya mereka terlampau jauh sampai melakukan hal yang di luar dari batas suatu hubungan tanpa kejelasan.

Yes Fan, that was amazing…” Ucap Ben seraya memeluk Kifani dari belakang saat iya sedang mengenakan pakaian.

“Yuk tidur, atau mau nonton DVD sambil peluk-pelukan gemes sebelum lo pulang besok? Hahaha”

“Kalo bisa ga pulang sih, gue maunya gapulang deh, Boleh yuk nonton DVD aja, ada film apa Fan? Yang horror dong”

“Kan nanti masih bisa kabaran terus ketemu-ketemu lagi” Balas Kifani sambil memberikan senyuman manisnya kepada Ben seraya berjalan ke arah lemari yang berisikan film-film koleksinya. Diputarnya film horror tersebut tepat di jam 11 malam waktu Bandung, dengan suhu dingin yang mencapai 16 derajat, ditemani oleh banyaknya suara saut-menyaut jangkrik dan kodok dari balik rumah itu.

Empat hari tiga malam lamanya Ben pergi ke Bandung dan menginap di rumah Kifani tanpa sepengetahuan Ayla, selama itu pula ia berlanjut tidak mendengar kabar darinya. Hubungan mereka berjalan tanpa arah dan tujuan yang berlandaskan komitmen dan prinsip awal mereka, menggantung tanpa kejelasan bagaikan balon udara berisikan helium yang diterbangkan ke atas, bebas mengarah kemanapun angin membawa. Keduanya pun diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun baik melalui telepon maupun pesan singkat, Line / WhatsApp.

Kondisi seperti ini disebabkan munculnya gengsi lebih yang dimiliki oleh Aquarius dan Libra. Rasa “tidak ingin kalah walaupun salah” terlihat jelas pada sosok Libra yang egois dan tidak mau terlibat dalam kerancuan akan hal apapun. Pun sebetulnya, Aquarius adalah sosok pribadi yang sama, tetapi mereka selalu memprioritaskan perdamaian, tenang, jauh akan kerancuan, serta keributan, walaupun, beberapa diantara mereka bersifat tempramen, atau cepat sekali meluapkan emosi nya, terutama untuk hal yang menyangkut posesifitas. Namun, sikap diam nya seorang Aquarius mencirikan bahwa mereka tidak mau terlibat begitu jauh untuk hal yang menurut mereka tidak penting, begitupun dengan Libra yang memiliki prinsip tidak jauh berbeda dengan Aquarius. Kesamaan sifat mereka akan hal ini dapat menyebabkan renggangnya hubungan, baik percintaan maupun pertemanan sekalipun. Sifat Libra yang sangatlah cuek mendukung semakin jauhnya harapan untuk bisa memperbaiki suatu hubungan yang mengalami permasalahan atau prahara. Aquarius, dengan kadar gengsi yang tinggi akan cenderung lebih bersikap diam, menunggu hingga orang yang bermasalah dengannya secara langsung berbicara dengannya, maka penyelesaian akan masalah yang dihadapi dapat muncul dalam waktu yang tidak akan lama. Mereka merupakan pribadi yang idealis, apa yang menurut mereka benar, maka akan diperjuangkan sampai titik darah penghabisan, namun kenyataannya jika mereka dihantapkan dengan keadaan yang berisikan fakta-fakta dari kebenaran akan kesalahan yang dilakukannya, maka mereka pun akan secara tulus mengaku salah dan meminta maaf. Aquarius adalah sosok pribadi yang dapat dengan mudah mengutarakan apa yang dirasakan dan dipikirkannya secara langsung, kecuali cinta dan apapun yang berhubungan dengan gengsi. Sementara Libra, akan tetap bersandiwara seolah-olah mereka tidak memiliki kesalahan apapun, hingga muncul saat yang tepat untuknya menurunkan ego.

***

Sampailah Ben di depan rumah Ayla. Sontak ia pun langsung masuk ke dalam rumah Ayla yang tidak terkunci pintu dan pagarnya. Suasana panas akan menyengatnya matahari di siang itu, membuat penglihatannya kabur saat memasuki ruang tamu rumah Ayla. Ia pun segera memberikan salam seraya menyebut nama Ayla. “Assalamualaikum, Ay… Ayla, kamu ada di rumah kah?” Saut Ben sambil duduk di pintu ruang tamu.

“Eh.. Ben, haloo apakabar kamu? Nyariin Ayla ya?” Saut suara kecil yang berasal dari dapur mengarah ke ruang tamu, perlahan muncul menjadi terdengar jelas oleh Ben. Dan, ternyata, ia adalah Ibu nya Ayla.

“Halo tante, kabar baik alhamdulillah, iya nih tan, Ayla ada kan yah di rumah sekarang?” Jawab Ben dengan sopan dan santun seraya mencium tangan Ibunda.

“Lhoo tante kira dia pergi sama kamu, soalnya ga ada di rumah nih seharian”

“Oh gitu ya tan.. Ayla bilang ga ke tante dia pergi kemana? enggak ya?”

“Duuh itu anak mah kadang suka main pergi aja ga pake bilang ke tante, kamu tau sendiri kan itu anak gimana.. hayuk masuk dulu sini duduk, panas di luar kan kasian kamu jauh-jauh dateng” Ajak Ibu nya Ayla untuk masuk dan mengarahkannya duduk di ruang tamu seraya berjalan ke arah dapur untuk menyediakan minum untuk Ben. Keluarga Ayla dan Ben, belum menjangkau tahap saling mengenal, keduanya saling tidak memberitahu kejelasan hubungan mereka selama sembilan bulan ini, sehingga Ben dan Ayla dianggap hanya sebatas sahabat di lingkup perkuliahannya.

Sontak Ben langsung dengan cepat mengeluarkan ponsel dari dalam kantung celana jeans nya, dan mengirimkan pesan singkat melalui Line kepada Ayla. “Ay, kamu di mana? Aku di rumah kamu, kok kamu ga ada?” Dikirimnya pesan tersebut berbarengan dengan diterimanya balasan pesan Kifani, sontak Ben pun tersenyum dan langsung membalas pesan tersebut. Sang ibunda pun datang menhampiri dengan membawa air putih dingin untuk Ben.

“Silahkan ya, ambil aja kalo mau minum lagi, tante mau ke kamar dulu yah”

“Makasih banget ya tante, ini aku bentar lagi juga mau langsung pulang kok, ke kampus sih kayaknya buat nyari Ayla, hehehe makasih yah tan” Angguk Ben dengan santun sambil berdiri dan kembali mencium tangan ibunya Ayla.

Menitpun berlalu dengan cepat, berganti dengan jam yang tidak kalah cepatnya dengan setiap balasan yang dikirimkan oleh Ben ke Kifani secara intens. Komunikasi yang terjalin diantara keduanya bahkan lebih erat dibandingkan sebelumnya, terutama setelah kejadian “hangat” yang dialami secara sengaja oleh mereka berdua saat di Bandung beberapa hari lalu. Setiap hari mereka tidak luput dari percakapan singkat— bahkan panjang dimulai dari terbitnya matahari hingga terbenam —dan telepon, layaknya sepasang calon pasangan yang akan menjalin hubungan percintaan.

“Ehiya Ben, btw, gue main yah ke Jakarta, kayaknya sih minggu depan, sekalian gue mau nengokin om gue yang tinggal dan kerja di daerah Harmoni situ” Tutur Kifani saat sedang berbincang-bincang via Facetime dari iPhone mereka masing-masing.

“Wiiiih asik, yaudah sini ya, nanti kabaran aja kalo emang beneran jadi ke sini Fan.” Jawab Ben dengan semangat. Padahal, pernyataan gugup dan bimbang menghantui dirinya; kabar dari Ayla yang tak kunjung ia terima dari tadi siang, niat Kifani yang ingin bertemunya di Jakarta minggu depan, kejelasan hubungan Ben dan Ayla yang Kifani tidak tahu, dipikirkan oleh Ben di dalam hati dan pikirannya. Hingga terdengar suara ketukan dari balik jendela kamar nya, Ayla pun memanggilnya dengan keras dari luar kamar Ben yang tepat berada di bagian paling depan rumah kos-kosan tempat nya tinggal.

tumblr_oh4d886pkl1um12aoo1_500

“Ben, buka pintunya sekarang!”

Ben pun panik, ia pun langsung dengan sigap mematikan Facetime nya, tanpa lisan apapun yang ditinggalkan. “Iya Ay..” Jawab Ben seraya berjalan ke arah pintu kamar dan membuka kunci nya.

“Siapa tadi di telepon? Kenapa mesra banget?! Itu si Kifani-kifani itu? Bener-bener masih berhubungan Ben??! Kamu anggep aku ini apa sih, hah?! Sampah?!”

“Lah, toh kamu juga ga ngasih kejelasan apa-apa! Aku samperin kamu pun, kamu nya ga ada, aku chat kamu, kamu nya ngilang ga bales sama sekali, masih aja jual mahal! Dan karena ga ada kejelasan apapun ya aku anggep kita udahan!”

“Ya kamu gila apa gimana sih Ben! Masa lo yang udah ketauan jelas selingkuh dan salah, tapi gamau ngaku!! Gw ga ngerti lagi sama lo Ben! Gila lo!” Lontar Ayla dengan suara keras seraya membanting pintu kamar kos Ben dan pergi keluar tanpa meninggalkan pesan apapun.

“Ay aku sayang sama kamu Ay..” Teriak Ben sambil berlari menghampirinya.

Ayla pun berhenti dari langkahnya dan sontak membalikkan tubuhnya, melihat Ben dari kejauhan, “Kalo kamu sayang, kenapa kamu ngelakuin ini Yang? Aku gamau putus dari kamu tapi… entah mesti gimana lagi…” Jawab Ayla dengan tangis. Ia pun melanjutkan langkahnya sampai masuk ke mobil dan bergegas pergi.

Taurus. Sosok pribadi yang memiliki karakteristik dan sifat unik, keras kepala namun jika mereka sudah memantapkan prinsip, komitmen, dan hati nya kepada sesuatu, terutama seseorang, maka, tidaklah perlu khawatir. Taurus dikenal sebagai salah satu orang yang sangat setia, bahkan zodiak dengan rating paling tinggi perihal poling kesetiaan, bahkan untuk di bagian awal “PDKT” pun, jika mereka sudah memutuskan untuk dengan orang yang pintar mengambil hatinya, maka mereka pun akan menutup pintu hati dan mata untuk yang lainnya. Karakteristik dan sifatnya yang keras membuat mereka mahal di bagian awal, jika bertemu dengan sosok Libra yang ambisius, mereka akan saling cocok, di bagian awal. Mahalnya Taurus hanyalah sebagai ujian yang diberikan oleh mereka untuk orang-orang yang sedang diuji olehnya, apakah patut untuk mendapatkan hati mereka secara sepenuhnya, berbarengan dengan pintarnya Libra dalam membuat kenyamanan terhadap siapapun, yang membuat Taurus luluh secara bertahap dan perlahan. Keambisiusan seorang Libra yang erat kaitannya dengan Drama, sebetulnya dapat membuat sosok seorang Taurus pergi, mereka adalah orang-orang yang— jika bisa —menghindari drama, karakteristik dan sifatnya yang keras menjadikannya careless, terutama untuk hal-hal yang berbau drama, sehingga, dalam cerita ini, pertemuan Ben dan Kifani pertama kali dilakukan tanpa campur tangan drama, tetapi sex.

((Stay tuned for the next episode!))