Komitmen Cinta, Apakah Harus Setia?

“OF COURSE” -Taurus.

“Yes you should! We are talking about sincere love, man.” -Scorpio.

“Maybe..” -Libra.

“I tend to set my priority first.” -Capricorn.

**

Time has gone by so fast, if you’re in love. Tiga bulan berlalu begitu cepat, selama itu pula hubungan kisah percintaan Ben dan Kifani yang sudah berjalan selama 6 bulan lamanya dan membuat mereka semakin dekat. Kesibukan masing-masing tidak menggoyahkan semangat mereka berdua untuk tetap berpacu akan cinta. Di semester lima masa perkuliahan mereka tidak hanya diisi oleh erat nya hubungan cinta, tetapi juga dengan setumpuk tugas, laporan-laporan, kegiatan organisasi, dan tentunya pertemuan dengan banyaknya orang dari berbagai situasi.

Cara-Menjaga-Hubungan-Jarak-Jauh-Suami-Istri

Rasa sayang diantara keduanya terbukti dari intensitas komunikasi dan frekuensi mereka bertemu di sela-sela kesibukan tersebut. Walaupun, jarak mereka yang terpisah sejauh 140 KM. Kangen, gundah, gelisah, khawatir, dan rasa ingin selalu bertemu setiap hari dimiliki oleh mereka. Namun, diobati dengan percakapan mereka secara virtual setiap malam. Kerabat pun menjadi peran penting dalam keberadaan hubungan mereka. Tidak hanya sebagai tempat bercerita, tetapi juga bersenang-senang. Semakin banyaknya variasi situasi dalam hidup, maka semakin banyaknya pula godaan diantara hubungan kedua belah pihak. Sehingga, komitmen yang berkaitan dengan kesetiaan mereka diuji dalam keadaan saat ini.

“Aku lagi sama Teri nih makan siang di Bambu, sambil nunggu kuliah sore. Kamu lagi apa MbaKif?” Tanya Ben melalui pesan singkat Line. MbaKif, adalah panggilan sayang Ben yang selalu dilontarkan olehnya.

“Kamu mau pesen apa Ben? Ntar dulu kenapa main HP nya” Sontak Teri bertanya seraya mengambil HP Ben agar berhenti memainkannya. Thri Handayani yang kerap disapa Teri ini adalah kerabat dekat Ben yang terkenal dengan mulut pedas dan galak. Namun, salah seorang dari beberapa kerabatnya yang berperan penting dalam andil hubungan cinta Ben dan Kifani. Bisa dibilang, ia adalah satu-satunya orang yang mengetahui banyak kisah mereka, karena Teri adalah kerabat Ben yang menjadi saksi pertemuan pertamanya dengan Kifani di Bandung enam bulan yang lalu.

“Idih HP gue ah Ter, aku lagi ngabarin Kifani doang ih balikin…” Sontak Ben berdiri dari duduknya dan menghampiri Teri yang duduk berhadap-hadapan dengannya.

“Hahahaha… manja lo ah chat-chat an nya begitu, drama. Apakabar Kifani? Kapan dia ke Jakarta lagi? Salamin yah, bilang kapan kita makan Sop Konro lagi hihi.” Tanya Teri seraya mengembalikan HP Ben.

“Baik-baik alhamdulillah, hubungan pun makin deket gitu Ter. Nanti kusampaikan yah… lagi sama-sama sibuk sih, mungkin dua minggu lagi dia ke Jakarta”

“Lama amat, baek-baek deh diselingkuhin, atau lo yang selingkuh lagi nanti kan lo jablay hahahaha” Sontak keduanya tergelak tawa dengan terbahak-bahak seraya melanjutkan percakapan dan memesan makan siang mereka di siang hari yang panas itu.

“Mana sini bagi Line nya Kifani dong, aku mau iseng chat dia ah ajakin ke Jakarta dan makan Sop Konro yang waktu itu kita omongin di Bandung sama Richie.” Lontar Teri dengan serius seraya berdiri dari duduknya dan menghampiri Ben untuk meminta kontak Kifani.

“Jangan macem-macem deh, nanti ngomong macem-macem lagi ke doi, jangan aneh-aneh ah Ter, gue tampar ya.”

“Enggak lah orang cuma mau jalin hubungan baik aja yeee..” Sontak Teri terkejut melihat laya ponsel Ben dan langsung bertanya, “Heh! Lo masih mainan aplikasi-aplikasi cari jodoh?! Lo gila ya! Ini yang lo bilang setia? Wah sakit lo Ben” Tanya Teri dengan lantang.

“Hahahaha, cuma Tinder kok, dia pun juga main Ter… nah ini sih, yang gue pengen cerita sebenernya huhuhu” Jawab Ben dengan santai.

“Hah? Maksudnya gimana sih gue ga ngerti, jadi kalian pacaran apa engga kok sama-sama masih main aplikasi begituan?”

“Gue ga ngerti ya, yang jelas, di awal-awal bulan waktu itu dia pernah bilang soal hubungan gue sama dia yang ga komitmenan huhuhu…” Lanjut Ben bercerita tentang kabar terbaru hubungan percintaannya kepada Teri. Hingga waktu pun sampai pada saatnya mereka harus kembali ke kelas perkuliahannya masing-masing di sore itu.

Sesampainya mereka di rumah kos Ben, Teri pun melanjutkan perbincangan mereka dengan antusias. Bertanya lebih lanjut tentang keadaan yang terjadi selama hubungan mereka berlangsung. Ben pun tak kunjung kuat menampung masalah yang dimilikinya saat itu sendirian. Ia pun menceritakan keadaan yang sebenarnya kepada Teri di malam itu.

“Gue gatau mesti gimana Ter, agak ga enak sih sebenernya, kasian Kifani nya tapi gue juga gatau dia di sana gimana, dan gue nya nih kenapa ya.. kayaknya bener deh kalo lo bilang gue jablay. Ada aja godaannya cuy, gila!” Lantur Ben dengan geram.

“Maksudnya gimana sih? Udah jangan macem-macem deh, udah untung ada yang mau sama lo! Ngaca, lo tuh jelek! Hahahaha” Jawab Teri ketus seraya menyisipkan candaan. Lama dan eratnya kekerabatan mereka menimbulkan perbincangan yang bersifat blak-blakan. Kasarnya, Ben mengenal baik Teri, dan begitupun sebaliknya,. Sehingga apapun yang dilontarkan keduanya tidak akan menyinggung perasaan masing-masing.

Percakapan mereka pun beralangsung hingga larut malam. Ben dan Kifani pun tidak bercengkrama melalui facetime seperti biasanya, tidak hanya karena faktor Teri yang menginap di kos Ben, tetapi juga karena keadaan Ben yang pergi mencari makan malam dengan salah satu kenalan barunya melalui Tinder yang baru saja diceritakan olehnya kepada Teri.

tumblr_mahsl6KZ9m1r22eq4o1_500_large

“Gue merasa bersalah sih Ter sebenernya, kayaknya Kifani bener-bener sayang sama gue deh huhu. Saking sayangnya dia tuh sampe nyempetin pengen telfon gue buat denger suara gue sebentar doang padahal itu gue lagi sibuk mau pergi sama kalian waktu itu” Sontak Ben dengan gelisah.

“Aku cuma bisa kasih saran, sebaiknya jangan selingkuh ya Ben 🙂 Karena, ini perihal Cinta dan berkaitan dengan hati orang, kasian Kifani, coba posisiin diri kamu kalo jadi dia gimana?”

“Huhu iya Ter.. gue pergi dulu yah, nanti gausah dikunci kamarnya takut lo udah tidur” Lanjut Ben seraya berjalan ke arah pintu kamar dan menutupnya.

Terdengar teriakan Teri dari dalam kamar, “Emang dasar gila lo! Yaudah hati-hati ya!”. Sifatnya yang selalu perhatian membuat orang-orang terdekatnya merasa nyaman untuk berhubungan dengan Teri baik dalam keadaan senang, maupun susah. Dari apa yang ia ketahui terkait hubungan cinta Ben dan Kifani, ia pun memutuskan untuk menghubungi Kifani melalui Line dari kontak yang ia dapatkan tadi siang dengan tujuan untuk mencari tahu apakah Kifani melakukan hal yang sama serupa Ben, atau sebaliknya.

“Hai Kifani, apakabar? Ini aku Teri yang waktu itu di Ergin pas kamu ketemuan pertama kali sama Ben” Tanya Teri melalui Line messenger.

“Hai Teri, baik-baik, kamu gimana?” Sontak balas Kifani dengan cepat.

“Baik alhamdulillah hehe, kapan ke Jakarta dong kita janji mau makan Sop Konro kan, kata kamu ada di daerah Gading”

“Iyaa nanti ya pas Ben nya ga sibuk, dia masih sama kamu bukan nih di kosan?”. Teri pun bingung akan respon apa yang hendak diberikannya kepada Kifani. Namun, karena prinsipnya yang kuat untuk junjungan cinta, ia pun tidak memberikan informasi apa-apa terkait pertemuan Ben denganorang lain di malam itu.

“Iya dia sama aku nih di kosannya, tapi dia lagi aku suruh beli makan ke luar hahaha, emang dia ga bilang?” Jawab dan tanya Teri berpura-pura. Ben pun sontak dihubungi oleh Teri dan memberikan kabar bahwa ia sedang berkomunikasi dengan Kifani. Ben pun tidak banyak menghiraukan. Dengan santai, ia hanya membalas singkat pesan tersebut dan kembali berbincang-bincang dengan kenalan barunya melalui Tinder, Abel.

Ben dan Abel menghabiskan waktu selama beberapa jam membicarakan tentang perkuliahan, kisah cinta,

Di sore hari pada keesokan hari nya, terdengar panggilan seraya ketukan pintu kamar Ben dengan pelan. Sontak Ben pun bergegas bangun dari tempat tidur, sedangkan Teri melanjutkan tidurnya seraya menarik selimutnya hingga ke ujung kepala. Ben membuka pintu dan terkejut akan kedatangan Kifani diam-diam. Sontak ia pun teringat percakapannya beberapa hari lalu terkait kegiatan organisasi Kifani yang hendak akan berkunjung ke salah satu perusahaan ternama di Indonesia. “Loh, kamu sama siapa kok tiba-tiba gini? Kaget loh aku” Saut Ben seraya mengajak Kifani masuk ke kamar dan menutup pintu.

“Iya kan aku bilang sama kamu kalo aku sama Ica dan organisasi aku mau ke Unilever, ada kunjungan gitu deh”

“Terus Ica nya mana?”

“Dia pergi sendiri janjian ketemuan sama pacarnya, kaget ya aku tiba-tiba ke sini ga bilang hahaha. Itu siapa di bawahm Teri?”

“Iya Teri, dia nginep dari semalem”

“Loh kok ada Kifani? Hai Fan, jadi pas kita chat-chat an Line semalem, kamu tuh besokannya ke Jakarta ya? Kok gabilang? Hahaha” Saut Teri seraya membuka selimut dan berusaha membuka matanya.

Ben pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk buang air besar dan mandi. Ia pun bingung dan resah dengan kedatangan Kifani, dengan kenyataan, pukul lima sore nanti rencananya ia akan pergi bertemu kembali dengan Abel. Beberapa menit kemudian, setelah Ben selesai mandi, terdengar senda gurau dengan tawa diantara Kifani dan Teri yang entah membicarakan apa.

“Ngomongin gue ya” Jawab Ben seraya menutup pintu kamar mandinya.

“Gausah kepedean lo!” Saut Teri dengan lantang.

Beberapa saat kemudian, mereka pun bergegas pergi mencari makan ke luar. Ben pun tidak lagi menghiraukan rencana pergi nya dengan Abel saat itu, karena tidak diterimanya kabar lanjut darinya. Saat hendak mengunci pintu kamar dan bergegas turun ke luar rumah, ponsel Ben berdering dan didapati Abel menghubunginya.

Damn, gue kira gajadi, anjir gue mesti gimana nih ya?

Ben pun berjalan di lorong rumah kos dengan gelisah, Pikirannya pun bercabang memikirkan asumsi-asumsi dari kejadian yang akan terjadi. Seraya membuka pintu pagar, ia pun menatap mata Kifani yang sedang sibuk memerhatikan gerak-gerik aneh yang dilakukannya. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam mobil yang parkir tepat di depan rumah kos Ben.

“Ben, yuk!” Ajak Abel dari dalam mobil untuk pergi. Mereka beritiga terkejut dan saling menatap mata satu dengan yang lainnya. Terdiam dan tergelak dalam kebingungan akan situasi tersebut.

“Hah?!” Saut Ben berpura-pura. Keadaan pun berubah menjadi keruh seketika. Kifani yang trauma dengan pengalaman pahit hubungan cintanya dengan Ben, langsung mengetahui apa yang terjadi diantara Ben dan seseorang yang berada di dalam mobil tersebut. Kifani bergegas pergi dan tidak meninggalkan sepatah kata pun. Sontak Ben bergegas menghampiri Kifani dan membiarkan Abel sendiri yang bertanya-tanya akan keadaan saat itu. Teri pun bergegas menghampiri Abel dengan penuh amarah karena didukung keadaan panas tersebut…

**

Komitmen. Pernyataan valid yang absolut akan keadaan paten perihal prinsip. Tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, namun hubungan percintaan juga wajib dilandaskan hal ini. Selaras dengan komitmen, Kesetiaan juga menjadi ekor yang selalu menjadi hal dibalik komitmen tersebut. Berani berhubungan, maka berani pula menjalankan komitmen. Walaupun terdapat berjuta masalah dan hambatan di dalamnya.

Libra, adalah salah satu dari rasi bintang yang terkenal dengan tidak bisanya mereka dalam berkomitmen dalam jangka waktu lama. Sifat nya yang mudah sekali bosan, menjadi faktor utama dari singkatnya komitmen yang dijalani. Selain itu, sifatnya yang sangat idealis menuntut dinamisme hubungan percintaan yang dijalin. Dengan kata lain, mereka akan cepat bosan dan menghancurkan komitmen yang dibuat dengan pasangannya secara sepihak. Berdampak pada ketidaksetiaan nya kepada pasangan. Kasarnya, Libra itu adalah pribadi yang terlalu easy-going; mereka tidak akan sungkan menanggapi orang lain yang mencoba untuk dekat dengannya, walaupun mereka sedang menjalin hubungan serius dengan pasangannya.

Taurus, zodiak yang patut dinobatkan sebagai bintang paling setia diantara zodiak-zodiak 11 zodiak lainnya. Asas prinsip dan komitmen yang selalu mereka junjung, menjadikan hubungan cinta yang diberikan Taurus akan sepenuhnya disampaikan olehnya, baik melalui perilaku maupun lisan. Mereka tidak akan sedikitpun meilirik, apalagi tertarik dengan orang lain jika mereka sudah merasa intim dengan hubungan yang dijalani dengan pasangannya. Kasarnya, orang-orang Taurus berkarakteristik dan bersifat tegas dan tidak mau drama. Jika A maka A, bisa berubah menjadi B jika ada alasan valid dan masuk akal. Sehingga, Taurus akan jauh dari kekhawatiran akan hal kesetiaan.

Scorpio, sosok zodiak yang sangat drama dan sensitif. Hal tersebut yang membuatnya menjadi zodiak paling tulus untuk hal yang berkaitan dengan cinta. Terlihat dari bagaimana Teri merespon Ben akan perselingkuhannya dengan Abel. Ia tetap memberikan saran baik untuk Ben, tanpa mengganggu hubungannya dengan Kifani dengan tidak membeberkan informasi apapun. Mereka yang selalu menjunjung cinta, akan komit dengan rasa sayangnya yang tulus terhadap pasangannya. Dengan kata lain, mereka tergolong zodiak yang setia, jika sudah sayang dengan pasangannya.

Capricorn, kesamaan karakteristik dan sifatnya dengan Taurus menjanjikan keadaan setia dalam hubungan cinta yang dijalinnya. Walaupun, cinta bukan prioritas utamanya, tetapi komitmen dan prinsip akan selalu dijunjung tinggi oleh Capricorn. Jika cinta telah menjadi prioritas utama dalam urutan prioritas dalam list komitmen dan prinsipnya, maka jauh pula kekhawatiran pasangannya akan hal perselingkuhan. Kasarya, Capricorn bersifat’ Jika sudah punya satu, ya satu, untuk cinta. Mereka gemar bermain logika dibandingkan perasaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s